Foto Saya
Muhamad Ali Saifudin
Berbuat dan Bermanfaat
Lihat profil lengkapku

Selamat Datang di Weblog Muhamad Ali Saifudin *)

Penulis berusaha menyajikan berbagai informasi tentang Pendidikan, Belajar Bahasa Inggris, Informasi SMK, NUPTK, Sertifikasi Guru, Wisata, Tips dan Trik. Motto Penulis "Yang Abadi adalah Perubahan dan yang Pasti adalah Ketidakpastian, Siapa yang tidak Berani Berubah tidak akan Memiliki Kepastian".

Copy Paste artikel Tips Trik Wisata Belajar Pidato Bahasa Inggris SMK dalam blog ini boleh asal:

1). Memuat nama penulis Muhamad Ali Saifudin.
2). Menyertakan alamat http://muhamadalisaifudin.blogspot.com ke sumber artikel yang ditulis
.
3). Kritik dan Saran Tips Trik Wisata Belajar Pidato Bahasa Inggris SMK Klik Disini
*) Muhamad Ali Saifudin tinggal di http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Try Out Bersama SMK Se-Banyuwangi

. Senin, 04 April 2011
1 komentar
Try Out Bersama SMK Banyuwangi
Oleh Muhamad Ali Saifudin *)

Hari ini (4/4) berlangsung Try Out Bersama SMK Negeri-Swasta se kabupaten Banyuwangi Ujian Nasional 2010-2011. Try Out Bersama SMK Banyuwangi ini dilaksanakan selama 2 hari.

Untuk hari pertama (hari ini) berlangsung 2 mata pelajaran yakni untuk jam pertama mulai pukul 07:30 - 09:30 mata pelajaran Bahasa Indonesia dan untuk jam kedua mulai pukul 10:00 - 12:00 mata pelajaran Bahasa Inggris. Sedangkan untuk mata pelajaran Matematika baik Teknik dan Non-Teknik dilaksanakan pada Selasa, 5 April 2011 mulai pukul 07:30 - 09:30 WIB.

Format soal/ mata pelajaran pada Try Out Bersama SMK Negeri dan Swasta Se-Banyuwangi ini disesuaikan dengan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dengan mengacu pada 5 paket soal. Tiga mata pelajaran yang diujian pada Try Out Bersama ini dibuat oleh guru-guru mata pelajaran UNAS yang tergabung dalam MGMP SMK Banyuwangi.

Menurut Ketua MKKS SMK Banyuwangi, Bapak Drs. H. Paidi, M.Pd, yang juga menjabat Kepala Sekolah SMK Negeri Wongsorejo, Try Out Bersama SMK Banyuwangi ini baru dilaksanakan tahun ini. Dengan adanya Try Out Bersama SMK Se-Banyuwangi siswa dapat mengukur kemampuan mereka dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada 18 s.d. 20 April 2011.

"Try Out Bersama SMK Banyuwangi ini diikuti oleh seluruh Sekolah SMK Negeri dan Swasta di Banyuwangi dan tentunya sangat didukung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Banyuwangi" imbuhnya.

*) tinggal di http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Read More... Try Out Bersama SMK Se-Banyuwangi

Kamis, 23 Desember 2010

Kemdiknas Sosialisasikan Formula Baru Ujian Nasional

. Kamis, 23 Desember 2010
0 komentar
Kemdiknas Sosialisasikan Formula Baru Ujian Nasional Tahun 2010/2011

Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bersama dengan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) mensosialisasikan kebijakan ujian nasional (UN) di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat, (17/12).

Ujian Nasional 2011 akan dilaksanakan dengan formula yang berbeda yaitu berupa nilai gabungan (NG) yang berasal dari nilai UN ditambah dengan nilai sekolah (NS), tetapi bobot dari nilai UN dan bobot NS berbeda. "Yang jelas bobotnya UN lebih tinggi di banding NS," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh seusai membuka sosialisasi.

Sedangkan untuk NS diambil dari nilai rata-rata hasil ujian sekolah, nilai rapor semester tiga, empat dan lima. Ujian sekolah berasal dari hasil penilaian guru yang berupa hasil ujian sekolah, ulangan, tugas dan/atau praktikum.

Menteri Nuh mengatakan, dalam pengambilan keputusan tentang bobot dari nilai UN maupun NS turut mengundang para Kepala Dinas Provinsi, Kabupaten dan Kota. "Sehingga kepemilikannya (ownership) makin tinggi, begitu kita dok, sudah kita pakai selamanya," katanya.

Nuh menambahkan, ada pernyataan bahwa BSNP akan mendelegasikan kriteria kelulusan UN kepada satuan pendidikan." Selama ini kan minimal 5,5, apakah nanti diserahkan seperti UASBN atau bagaimana," katanya.

Adapun Kepala Balitbang, Mansyur Ramli mengatakan, formula sudah final dan masih menunggu masukan dari masyarakat yang lain dalam menentukan bobot nilai UN dan NS. "Berapa besar bobot nilai UN dan NS-nya masih menunggu kelompok yang lain, nanti tepatnya di dalam Peraturan Menteri (Permen), Desember inilah. Setiap mata pelajaran ada batas nilai minimalnya, yaitu tidak boleh kurang dari angka 4," katanya. (Nasrul).
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/formulasi-un.aspx
Read More... Kemdiknas Sosialisasikan Formula Baru Ujian Nasional

Selasa, 21 Desember 2010

Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

. Selasa, 21 Desember 2010
2 komentar
Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah Tahun 2011

Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta.

Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti.

"Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN," ujar Nuh.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.

Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.

Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah.

Sumber : www.tribunnews.com
Read More... Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

Kamis, 09 Desember 2010

Kadispendikpora Banyuwangi Lantik Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan

. Kamis, 09 Desember 2010
0 komentar
Kadispendikpora Banyuwangi Lantik
Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Muhamadalisaifudin.blogspot.com. Bertempat di Aula SMAN 2 Genteng, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kadispendikpora Drs. Sulihtiyono, M.Pd melantik Tim Pengembangan Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan (TPKPMP) Kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutannya, Kadispendikpora Banyuwangi, Drs.Sulihtiyono, M.Pd menyambut baik atas terbentuknya Tim Pengembangan Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan (TPKPMP) Kabupaten Banyuwangi.

Selain bisa membantu tugas Dispendikpora Banyuwangi, kerja Tim tersebut diharapkan juga mampu membantu terwujudnya program pendidikan yang sejalan dengan Visi dan Misi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Kadispendikpora Banyuwangi, juga berharap, usai dilantik, TPKPMP Banyuwangi, bisa langsung bekerja menjalankan tugasnya.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Tim Pengembangan Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan (TPKPMP) Kabupaten Banyuwangi, H. Mujib, S.Pd mengatakan, TPKPMP memiliki beberapa tugas. Diantaranya melatih dan membina secara terus menerus dalam mengembangkan KTSP Berbasis Pendidikan Karakter kepada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di wilayah Kabupaten Banyuwangi. "Selain itu, Tim TPKPMP Banyuwangi juga memantau dan memonitoring pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Berbasis Karakter di Banyuwangi," imbuhnya.

Pada Sambutan akhir yang diwakili oleh H. Masykur Ali, MM selaku Pembina 1 TPKPMP Banyuwangi yang juga salah satu penggagas terbentuknya TPKPMP, berharap agar tim sebisa mungkin bekerja secara maksimal. Dia berharap, Desember 2010, menjadi bulan KTPS Berbasis Karakter Bangsa. "Sehingga memalui KTSP Berbasis Karakter Bangsa, Pendidikan bukan hanya menghasilkan output yang pintar, tapi juga benar," tandasnya. Susunan Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan Banyuwangi.

Ditulis Ulang Oleh Muhamad Ali Saifudin
Sumber: Dispendikbwi, Kadispendikpora Banyuwangi
Read More... Kadispendikpora Banyuwangi Lantik Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Susunan Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kabupaten Banyuwangi

.
0 komentar
Susunan Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan
(TPKPMP) Kabupaten Banyuwangi

NoJabatanNamaKeterangan
1Penanggungjawab: Drs. Sulihtiyono, M.PdKadispendikpora
2Pengarah 1: Drs. Catur Pamarto, M.PdKabid Dikdasmen
3Pengarah 2: Drs. Suhud, AR,SH,MMKasi Dikdasmen
4Pengarah 3: Drs. H. Nur Akhwandi, MMKasi Dikdasmen
5Pembina 1: Drs. H. Masykur Ali, MMPengawas Dikmen
6Pembina 2: Husin Matamin, STKetua PGRI
7Pembina 3: Drs. Moh. Hasyim, MM,M.PdPengawas Dikmen
8Pembina 4: Drs. SularsoPengawas Dikmen
9Ketua: H. Mujib, S.PdKa. SMAN 2 Genteng
10Wakil 1: Drs. H. Moh. Rifa'i, M.PdGuru SMAN 2 Genteng
11Wakil 2: Drs. H. Ashadi, M.PdGuru SMAN 1 Cluring
12Sekretaris 1: Drs. SiswajiGuru SMAN Glagah
13Sekretaris 2: Suratno, S.Pd,MMKa. SMAN 1 Cluring
14Bendahara: Drs. H. Endi Rudiono, MMKa. SMPN 3 Siliragung

Tim Fasilitator SD/SMP/SMA/SMK
Koordinator: Drs. H. Triyono, MM (Pengawas Dikmen Banyuwangi)
Anggota Tim TPKPMP Banyuwangi


1Anggota TPKPMP: Drs. MujionoKa. SMAN Giri,Ketua MKKS
2Anggota TPKPMP: Drs. SubiyantoKa.SMPN 2 BWI,Ketua MKKS
3Anggota TPKPMP: Drs. Joko SulistionoKoor.Pengawas TK,SD Bwi
4Anggota TPKPMP: Drs. H. Ahmad RodliLP Ma'arif NU Banyuwangi
5Anggota TPKPMP: Nawahid, S.Pd,M.PdDikdasmen Muhammadiyah
6Anggota TPKPMP: Drs. SunartonoPerpenas 17 Agustus 1945 Bwi
7Anggota TPKPMP: Drs. Suparmin, SHStaf Kec. Purwoharjo
8Anggota TPKPMP: Drs. Istu HandonoKa. SMAN 1 Wongsorejo
9Anggota TPKPMP: M. Nur Syukroini, M.PdGuru SMAN Srono
10Anggota TPKPMP: Drs. H.Karimullah, M.PdKa. SMKN 1 Banyuwangi
11Anggota TPKPMP: Taufiq Santoso, ST, M.PdGuru SMKN 1 Glagah
12Anggota TPKPMP: Rusiyanto, S.PdGuru SMK Gajah Mada
13Anggota TPKPMP: Drs. H. SaroniGuru SMP 1 Genteng
14Anggota TPKPMP: Drs. Subiyantoro, M.PdKa. SMPN 2 Srono
15Anggota TPKPMP: Drs. SupriyadiKa. SMPN 2 Songgon
16Anggota TPKPMP: Sukisno, S.PdGuru SMPN 2 Siliragung
17Anggota TPKPMP: Drs. H. Sujianto, MMKa. SMPN 2 Genteng
18Anggota TPKPMP: Drs. Nurrohim, M.PdGuru SMPN 2 Kalipuro
19Anggota TPKPMP: Dra. Ririn IndriastutiGuru SDN 1 Gombengsari
20Anggota TPKPMP: Drs. H. Hanafi, M.PdKa. SDN 1 Genteng
21Anggota TPKPMP: Drs. Joko SubiyantoPengawas TK,SD Genteng
22Anggota TPKPMP: Drs. Jumu'ahPengawas TK,SD SIliragung
23Anggota TPKPMP: Drs. MukhiyarPengawas TK,SD Banyuwangi

Sambutan Kadispendikpora Banyuwangi dalam Pelantikan Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Ditulis Ulang Oleh Muhamad Ali Saifudin
Sumber: Dispendikbwi, Kadispendikpora Banyuwangi
Read More... Susunan Tim Pengembang Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kabupaten Banyuwangi

Kamis, 25 November 2010

Mendiknas: Guru Perlu Introspeksi Diri

. Kamis, 25 November 2010
0 komentar
Hari Guru Nasional 2010

Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada hari ini, Kamis (25/11/2010), diperingati oleh semua guru Indonesia. Dalam upacara HGN di Gedung Kementrian Pendidikan Nasional, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengucapkan terima kasih kepada semua guru Indonesia atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan di Indonesia. "Guru memiliki peran penting untuk memajukan pendidikan. Pendidikan yang mampu membangun karakter jujur, teguh, peduli," kata Nuh.

Nuh mengatakan, HGN kali ini mengambil tema Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesionalitas, Bermartabat, dan Sejahtera. Dari tema tersebut, lanjut Nuh, ada tiga hal yang dapat dipetik dari peringatan HGN tahun ini. Pertama, HGN sangat baik untuk dijadikan ajang refleksi diri para guru. "Meski guru terkadang kurang menerima haknya, tetapi kurangnya itu bisa dijadikan investasi ke depan kepada masyarakat," tandas Nuh.

Kedua, HGN diharapkan menjadi upaya introspeksi dan ketiga, sebagai upaya menatap masa depan lebih baik dan menggapai cita-cita luhur. Berdasarkan itu, lanjut Nuh, ada tiga tugas penting yang harus diemban oleh seorang guru, yaitu mengajarkan ilmu, membentuk karakter yang mulia, serta menanam optimisme dan cita-cita positif.

"Jika guru berhasil menggabungkan ketiga tugas penting ini, maka sekolah akan menjadi rumah untuk membentuk kepribadian yang mulia bagi anak didik," tambah Nuh.

sumber: kompas.com, Jardiknas, Depdiknas.
Read More... Mendiknas: Guru Perlu Introspeksi Diri

Jumat, 05 November 2010

CPNS Perlu Diiming-imingi Insentif Tinggi

. Jumat, 05 November 2010
1 komentar
CPNS Formasi 2010 Perlu Diiming-imingi Insentif Tinggi

JAKARTA -- Mendagri Gamawan Fauzi menyarankan pemda untuk berani memberikan iming-iming insentif tinggi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada formasi tertentu. Formasi atau jabatan tertentu itu misalnya untuk insinyur pertambangan, dokter spesialis, dan beberapa lagi yang lain yang menurut pemda setempat sangat dibutuhkan.

Gamawan mengatakan, iming-iming pemberian insentif tinggi itu penting untuk menarik minat para sarjana dengan latar belakang pendidikan khusus, yang di sejumlah daerah masih langka, agar mau ikut mendaftar sebagai CPNS. "Kalau untuk pertambangan, ya dari sarjana pertambangan, jangan sarjana hukum. Karena masih ada kepala dinas pertambangan dari sarjana hukum," ujar Gamawan Fauzi usai menutup acara orientasi atau pembekalan sejumlah bupati/walikota baru hasil pemilukada 2010 di Gedung Badan Diklat, Kalibata, Jakarta, Kamis (4/11) petang.

Mantan gubernur Sumbar itu juga menyebutkan, di sejumlah daerah, terutama di daerah pedalaman seperti Papua, dokter spesialis masih sulit ditemukan. Padahal, di daerah-daerah pedalaman, jenis-jenis penyakit yang berbahaya, seperti malaria, sering mewabah. "Makanya, perlu insentif agar ada sarjana-sarjana bidang tertentu mau ke daerah pedalaman seperti Papua," ujarnya.

Mengenai berapa insentif yang layak diberikan, sepenuhnya tergantung kemampuan daerah. "Dokter spesialis misalnya dikasih insentif Rp20 juta per bulan. Itu boleh. Gubernur boleh memberikan insentif untuk menarik sarjana-sarjana tertentu," terang mantan bupati Solok itu.

Dia mengaku sudah sering mengingatkan kepala daerah agar dalam mengajukan formasi CPNS disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang pendidikan. Di banyak daerah, lanjutnya, penempatan jabatan tidak sesuai dengan prinsip the right man in the right job. "Kalau kebutuhannya akutansi, ya diisi sarjana akutansi. Jangan sarjana sastra jadi kadis pertambangan," terangnya.

Dalam paparannya di hadapan para bupati/walikota yang mengikuti orientasi, Gamawan sudah menekankan pentingnya penempatan jabatan sesuai dengan kemampuan PNS. Hal ini penting, lanjutnya, karena di era otonomi daerah ini, kewenangan yang dimiliki pemda cukup besar, yakni menyangkut 25 jenis urusan. Jika kewenangan itu tidak ditangani oleh PNS yang berkompeten, maka tugas-tugas menjalankan kewenangan itu akan menjadi berat. "Ada sarjana dari IAIN yang menjadi kepala dinas PU," ujar Gamawan, tanpa menyebut daerah mana yang dimaksud.

Masih terkait dengan rekrutmen CPNS, Asisten Deputi SDM Bidang Aparatur Kementerian PAN-RB, Kuniyati, menjelaskan, lulusan SMA yang punya prestasi di bidang olah raga juga harus mendapat prioritas menjadi CPNS. Dikatakan, syarat-syarat mengenai siswa lulusan SMA untuk mendapat jatah kursi CPNS itu sudah diatur oleh kementrian pemuda dan olah raga. "Misalnya, dia pernah meraih medali emas berapa kali, itu semua sudah ada aturannya," terangnya. Hanya saja, dia mengaku kurang hapal ketentuan mengeai syarat-syarat dimaksud. (sam/jpnn)

Info terbaru: Pengumuman Formasi CPNSD Banyuwangi 2010 disini.


Sumber: http://www.jpnn.com
Read More... CPNS Perlu Diiming-imingi Insentif Tinggi

Kamis, 04 November 2010

Tes CPNS Paling Cepat Pekan Ketiga November 2010

. Kamis, 04 November 2010
0 komentar
Lowongan Tes Cpns Untuk 32 Pemerintah Daerah Pada Minggu Ketiga November 2010

JAKARTA -- Pemerintah pusat menyerahkan masalah jadwal pelaksanaan tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada masing-masing daerah, yang dikoordinasikan di tingkat provinsi. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memperkirakan, pelaksanaan tes CPNS paling cepat pekan ketiga November 2010. Sedang lambat lambat akhir November 2010.

Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN-RB Ramli Naibaho menjelaskan, masalah pelaksanaan tes sangat tergantung dari kesiapan masing-masing daerah. Pemerintah hanya memerintahkan, agar pelaksanaan tes dilakukan serentak untuk seluruh kabupaten/kota dalam satu provinsi.

“Ya, paling cepat pekan ketiga, paling lambat akhir November,” terang Ramli Naibaho di Jakarta, kemarin (2/11). Mengapa harus pekan ketiga? Ramli menjelaskan, saat ini proses seleksi masih pada tahapan memerinci jabatan formasi CPNS masing-masing daerah, yang dilakukan Kementrian APN-RB. Mulai pekan ini, secara bertahap, rincian jabatan untuk masing-masing daerah sudah ditetapkan.

“Diupayakan dalam pekan ini sudah selesai semua,” ujar Ramli. Rincian jabatan formasi CPNS yang dimaksud, misalnya formasi Sumut. Sebelumnya Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Pandapotan Siregar, menjelaskan, jumlah formasi CPNS 2010 sebanyak 7.209 CPNS. Formasi itu merupakan jumlah total yang dibutuhkan oleh 32 pemerintah daerah di Sumut.

Dari jumlah itu, tenaga guru yang paling banyak dicari dengan total 3 ribu kursi. Menyusul kemudian kemudian kebutuhan tenaga teknis mencapai 2.009 kursi serta tenaga kesehatan 1.957 orang. Nah, yang dimaksud rincian jabatan, dari 3 ribu guru yang dibutuhkan itu, berapa untuk guru TK, SD, SLTP, SMU, dan seterusnya. Untuk 1.957 tenaga kesehatan, berapa misalnya untuk dokter, berapa perawat, berapa bidan, dan seterusnya. Untuk dokter, masih harus dirinci lagi berapa dokter spesialis, dokter umum, atau dokter gigi. Rincian ini juga sudah termasuk rincian penempatan penugasan. Misalnya, sekian guru untuk sekolah A, B, C, dan seterusnya.

Dijelaskan Ramli, setelah rincian jabatan ini selesai, disusul kemudian tahapan formasi CPNS yang dari tenaga honorer. Targetnya, rincian untuk honorer ini selesai pada pertengahan November. Dengan demikian, jadwal tes paling cepat baru bisa dilakukan sekitar pekan ketiga.

Masih terkait dengan seleksi CPNS, Ramli mengatakan, keinginan pemerintah pusat untuk melakukan seleksi CPNS di daerah dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) tahun ini, tampaknya tidak bisa terealisasi secara keseluruhan. Selain keterbatasan sistem IT, daerah-daerah banyak yang belum paham dengan sistem CAT.

"Kami sebenarnya ingin sistem CAT bisa diberlakukan di daerah juga. Tapi karena keterbatasan infrastruktur berarti ditunda tahun depan," kata Ramli. Untuk di pusat, menurut Ramli, sudah banyak instansi yang menggunakan sistem CAT, seperti Kementerian Luar Negeri, BKN, Kepolisian, dan beberapa lagi yang lain. "Dengan sistem CAT, pelamar langsung bisa tahu nilainya. Jadi tidak perlu menunggu pemeriksaan lagi oleh pihak PTN," ujarnya.

Pernyataan Ramli tersebut dibenarkan Wakil Kepala BKN Eko Sutrisno. Menurut dia, sistem CAT merupakan salah satu upaya reformasi birokrasi yang dilakukan BKN. Penggunaan CAT sebagai upaya untuk memudahkan penghitungan skor yang diraih masing-masing peserta dengan tetap mengedepankan objektivitas, keakuratan, kecepatan dan transparansi dalam prosesnya, sekaligus upaya antisipasi terjadinya KKN.

"Proses penilaian dalam sistem CAT berlangsung objektif, transparan dan tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasilnya. Penggunaan sistem ini juga dapat menghapus rumor kalau tes CPNS berlangsung penuh kecurangan," terangnya. (sam/esy/jpnn)

Info terbaru: Pengumuman Formasi CPNSD Banyuwangi 2010 disini.

Sumber: http://www.jpnn.com
Read More... Tes CPNS Paling Cepat Pekan Ketiga November 2010

Minggu, 17 Oktober 2010

Jelang CPNS, Honorer Membangkak

. Minggu, 17 Oktober 2010
0 komentar
JAKARTA - Pemerintah masih mentolerir daerah yang telat memasukkan data honorer. Padahal berdasar surat edaran Menpan & RB No.5/2010, bahwa batas terakhir usulan data honorer oleh BKD ke BKN ditenggat 31 Agustus 2010. Kenyataannya, data itu membengkak sebanyak 20.826 honorer dari sebelumnya.

Hasil rekap BKN per 31 Agustus 2010 terdata 131.484 honorer. Dengan terjadinya penambahan itu, maka total honorer hingga Rabu (6/10), yang akan diverifikasi untuk diangkat menjadi CPNS totalnya menjadi 152.310 orang.

Sekretaris Menneg PAN&RB, Tasdik Kinanto, mengatakan, seluruh data yang masuk ke BKN (152.310 orang) tersebut semuanya akan diverifikasi dan validasi datanya. Dispensasi atas keterlambatan memasukkan data oleh BKD karena masalah teknis. Di mana banyak daerah yang kesulitan melakukan pendataan lantaran lokasi pendataan di daerah terisolir.

"Paling banyak wilayah timur yang memasukkan data paling akhir. Tapi ini masih bisa dimaklumi. Kalau daerah yang lokasinya tidak terisolir tidak ada kompromi," ujar Tasdik pada JPNN, Rabu (6/10).

Kebijakan ini, terangnya, atas amanat Meneg PAN&RB EE Mangindaan yang meminta seluruh data honorer di BKN diverfikasi dan validasi. Ini agar tidak ada lagi laporan data honorer yang tercecer part two (tahap kedua).

"Pak menteri mewanti-wanti ini yang terakhir. Makanya, dalam proses verifikasi dan validasi diminta harus cermat, tertib, dan teliti. Selain itu tim verifikasi harus menjaga integritasnya jangan sampai tergoda dengan percobaan suap," tegasnya.(esy/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/10/06/73973/Jelang-CPNS,-Honorer-Membangkak-
Read More... Jelang CPNS, Honorer Membangkak

Senin, 27 September 2010

Pemetaan Guru Dispendik Banyuwangi Tahun 2010

. Senin, 27 September 2010
3 komentar
Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Dispendik Banyuwangi Tahun 2010
Oleh Muhamad Ali Saifudin *)

Kepada Yth, Bapak/ Ibu Kepala Sekolah SD/SLB/SMP/SMA/SMK Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kabupaten Banyuwangi, berikut kami membantu memberikan informasi tentang Data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT yang ada dimasing-masing sekolah yang Bapak/ Ibu pimpin.

Data ini kami peroleh dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi. Kami hanya membantu menyebarluaskan informasi ini, sebenarnya informasi ini dapat diunduh di http://dispendikbwi.co.cc atau http://dispendikbwi.blogspot.com, namun tidak ada salahnya jika informasi Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT di SD/SLB/SMP/SMA/SMK Negeri Banyuwangi ikut juga kita sebarluaskan disini..

Perlu diketahui juga oleh Bapak/ Ibu Kepala Sekolah SD/SLB/SMP/SMA/SMK Negeri Banyuwangi bahwa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Banyuwangi sudah meluncurkan weblog http://dispendikbwi.co.cc atau http://dispendikbwi.blogspot.com, berbagai informasi tentang kedinasan sudah diupload di http://dispendikbwi.co.cc atau http://dispendikbwi.blogspot.com.

Berikut data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT di SD/SLB/SMP/SMA/SMK Negeri Banyuwangi tahun 2010 yang kami unduh dari http://dispendikbwi.co.cc atau http://dispendikbwi.blogspot.com

1. Data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Banyuwangi SD Negeri download disini
2. Data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Banyuwangi SLB Negeri download disini
3. Data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Banyuwangi SMP Negeri download disini
4. Data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Banyuwangi SMA Negeri download disini
5. Data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Banyuwangi SMK Negeri download disini

Silakan di download data Pemetaan Guru PNS/CPNS/GTT/PTT Banyuwang Tahun 2010, Data tersebut segera dikumpulkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga dalam bentuk print out dan softcopy (CD), dikirim ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Banyuwangi paling lambat pukul 12.00 WIB, Senin, 27/9/2010.

Sumber: http://dispendikbwi.co.cc
Sumber: http://dispendikbwi.blogspot.com
Image: http://carikkaligondo.blogspot.com
Read More... Pemetaan Guru Dispendik Banyuwangi Tahun 2010

Selasa, 01 Juni 2010

Aturan Baru Kenaikan Pangkat Bagi Guru PNS

. Selasa, 01 Juni 2010
0 komentar
Berdasarkan Peraturan Menterii Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No 16 Tahun 2009 Tanggal 10 November 2009, maka mulai tahun 2011 bagi Guru PNS yang akan mengusulkan kenaikan pangkatnya harus memenuhi beberapa kriteria antara lain adalah kredit point yang harus didapat dalam pengembangan diri dan karya tulis. Lebih jelasnya lihat berikut ini :

1. Kenaikan pangkat dari IIIA ke IIIB guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (Pelatihan dan Kegiatan Kolektif Guru) yang besarnya 3 angka kredit
2. Kenaikan pangkat IIIB ke IIIC guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri yang besar angka kreditnya 3 dan publikasi Karya Ilmiah atau Karya Inovatif (KTI, Membuat Alat Peraga, Alat Pembelajaran, Karya Teknologi/Seni) dengan 4 angka Kredit
3. Kenaikan Pangkat IIIC ke IIID guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri yang besar kredit 3 dan publikasi Karya Ilmiah atau karya inovatif dengan 6 angka kredit
4. Kenaikan Pangkat IIID ke IVA guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri dengan 4 angka kredit dan Publikasi Karya Ilmiah atau Karya Inovatif dengan 8 angka kredit
5. Kenaikan Pangkat IVA ke IVB guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri dengan 4 angka kredit serta Publikasi Karya Ilmiah atau Karya Inovatif dengan 12 angka kredit
6. Kenaikan pangkat IVBke IVC guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri dengan 4 angka kredit serta publikasi karya Ilmiah dengan 12 angka kredit
7. Kenaikan pangkat IVC ke IVD guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri dengan 5 angka kredit serta Publikasi karya ilmiah/Inovatif dengan 14 angka kredit
8. Kenaikan Pangkat IVD ke IVE guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri dengan 5 angka kredit serta publikasi karya ilmiah/inovatif dengan 20 angka kredit

PROSEDUR KENAIKAN PANGKAT GURU IVA KE ATAS

* Susunlah dokumen sesuai dengan Daftar Usulan Penentapan Angka Kredit (DUPAK)
* Lengkapi dokumen dengan lampiran yang mendukung
* Periksa dan konsultasi kepada guru senior tetang tata cara pengusulan kenaikan pangkat
* Mintalah surat pengantar Kepala Sekolah atas usulan penilaian tersebut (sebelumnya jangan lupa pengesahan karya ilmiah atau karya inovatif lainnya oleh Kepala Sekolah)
* Apabila dikirim secara berkelompok antar sekolah, mintalah surat pengantar dari KaDiknas
* Kirim dokumen tersebut ke Biro Kepegawaian Depdiknas d.a Komplek Depdiknas Gedung C Lantai 5 Jl.Sudirman, Senanyan, Jakarta

Sumber: http://jainiey.wordpress.com/2010/03/13/aturan-baru-kenaikan-pangkat-bagi-guru-pns/
Read More... Aturan Baru Kenaikan Pangkat Bagi Guru PNS

Senin, 31 Mei 2010

Warning PGRI Bersikap Netral

. Senin, 31 Mei 2010
0 komentar
BANYUWANGI-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi dinilai tidak independen dalam Pemilukada 2010. Penilaian itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian Kebijakan dan Politik Lokal Banyuwangi, Agus Safari.

Menurut Agus, mestinya PGRI tidak masuk wilayah politik praktis. Sebab, PGRI itu bukan partai politik, namun organisasi profesi guru.

Sebagai organisasi profesi, PGRI harus independen dalam setiap peristiwa politik. "Kalau tidak independen, PGRI sebagai organisasi profesi akan rentan dari konflik internal dan berpotensi untuk terbelah," cetusnya kemarin.

Saat ini, kata Agus, PGRI cenderung memihak kepada pasangan calon bupati tertentu. "Keberpihakan itu tidak menguntungkan PGRI sebagai organisasi profesi," sesalnya.

Pilihan cerdas PGRI dalam pemilukada, lanjut Agus, adalah netral terhadap semua cabup. Selanjutnya, anggota PGRI diberi kebebasan menggunakan hak politiknya sebagai warga negara untuk menentukan pilihan terhadap salah satu cabup. "Seharusnya PGRI bersikap netral, sehingga kepentingan untuk dunia pendidikan di Banyuwangi dapat diperjuangkan secara baik dan profesional, tanpa harus mengorbankan sikap independen dan konsistensi PGRI. Sebagaimana diatur dalam AD/ART PGRI dan undang-undang guru dan dosen," ungkap guru pegawai negeri sipil itu.

Kecaman senada disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum 5 Maret, Mas Soeroso. Hanya saja, Soeroso menyoroti kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam acara PGRI di Gesibu Blambangan, beberapa hari lalu. Kehadiran wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu dinilai tidak etis. Sebab, PGRI menghadirkan semua pasangan cabup-cawabup dalam acaranya tersebut. Sehingga sebagai pejabat pemerintah, Gus Ipul terkesan sekali mendukung salah satu calon. "Sebagai pejabat pemerintahan, wagub seharusnya tidak menunjukkan sikap keberpihakan," cetusnya.

Apalagi, dalam acara itu sejumlah calon mengenakan baju seragam kebesaran PGRI layaknya mereka anggota organisasi guru tersebut. "Ada anggota PGRI jadi-jadian dalam acara itu," sesalnya.

Soeroso mengingatkan, agar pengurus PGRI tidak memanfaatkan kebesaran organisasinya untuk mendukung salah satu pasangan cabup. Guru sebagai pendidik, harap Soeroso, mestinya menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. "Anggota PGRI jangan sampai terpancing dalam menentukan pilihannya," harapnya.(afi/irw)
Sumber: http://www.jawapos.com/radarbanyuwangi
Read More... Warning PGRI Bersikap Netral

Rabu, 10 Maret 2010

Ujian Nasional Banyuwangi 2010

. Rabu, 10 Maret 2010
0 komentar
Kerahkan 1.566 Pengawas Unas
BANYUWANGI-Ujian nasional (Unas) untuk pelajar sekolah lanjutan tingkat atas masih akan berlangsung dua pekan lagi. Meski begitu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Banyuwangi sudah menyiapkan tim pengawas Unas.

''Kami sudah mempersiapkan masalah teknis; mulai kartu ujian peserta Unas, pedoman teknis, hingga para pengawas,'' ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dispendikpora Banyuwangi, Catur Pamarto, kemarin.

Catur menyatakan, pihaknya sudah membentuk pengawas Unas sekitar sebulan lalu. Persiapan cukup lama itu untuk mematangkan persiapan Unas. Mereka tidak ingin tergesa-gesa dalam menyiapkan pelaksanaan Unas. ''Kami memang sudah menyiapkan sejak dini. Supaya persiapannya matang,'' ujarnya.


Menurut Catur, pada pelaksanaan Unas 22 Maret 2010 mendatang, pengawasan dilakukan secara berlapis. Ada pengawas silang antarsekolah. ''Itu sesuai peraturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Pengawas terdiri atas guru dari masing-masing lembaga,'' jelasnya.

Selain pengawas dari lingkungan sekolah, ada juga pengawas dari perguruan tinggi. Untuk di Banyuwangi, pengawas tersebut berasal dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag ) Banyuwangi. Selain itu, ada juga tim pengawas independen dari perguruan tinggi setempat. ''Kalau yang tim independen, per sekolah ada dua orang,'' ujarnya.

Menurut Catur, pengawasan Unas pada tahun ini bisa dibilang superketat. Semua itu dilakukan untuk menghindari adanya kecurangan. ''Tugas mereka nanti mengawasi, supaya tidak terjadi kecurangan. Itu juga demi peningkatan kualitas peserta didik,'' jelasnya.

Sementara itu, naskah Unas akan diambil di Surabaya tanggal 15 Maret 2010 mendatang. Pengambilan naskah Unas tersebut akan dikawal super ketat dan melibatkan aparat kepolisian. (lla/bay)
Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar
Read More... Ujian Nasional Banyuwangi 2010

Selasa, 09 Februari 2010

Pemerintah Angkat 350 Ribu CPNS Baru

. Selasa, 09 Februari 2010
0 komentar
JAKARTA- Pemerintah akan mengangkat 350 ribu CPNS baru pada tahun 2010 ini. Jumlah itu terdiri dari sisa honorer yang memenuhi PP 48 Tahun 2005 jo PP 43 Tahun 2007 sebanyak 104 ribu, 100 ribu honorer non APBN/APBD yang bekerja di instansi pemerintah, dan 150 ribu pelamar umum.

"Untuk tahun ini, formasi CPNS yang kita usulkan sekitar 350 ribu orang, 104 di antaranya honorer yang teranulir," kata Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tasdik Kinanto saat Rapat Dengar Pendapat Panja komisi gabungan dengan pemerintah (Kementerian PAN&RB, Kementerian Dalam Negeri, BKN), Senin (1/2).

Dijelaskannya, honorer sisa yang dipastikan masuk CPNS tanpa seleksi adalah sesuai PP 48 Tahun 1985 jo PP 43 Tahun 2007. Walau tanpa tes, 104 ribu honorer tersebut harus tetap divalidasi. Sedangkan 100 ribu honorer non APBN/APBD yang akan diangkat harus mengikuti seleksi di antara sesama honorer lainnya.

"Honorer non APBD/APBN yang akan mengikuti tes ini harus memenuhi persyaratan. Antara lain, bekerja di instansi pemerintah, usia maksimal 46 tahun, dan dilihat masa kerjanya," ungkap Tasdik.

Bagi honorer yang gagal dalam seleksi CPNS dan usianya sudah melebihi 46 tahun, tetap dipekerjakan sebagai pegawai tidak tetap (PTT). Dengan gaji sesuai kemampuan daerah untuk membayar. "Kita harapkan PTT ini diberikan gaji sesuai standar UMP. Ini agar ada peningkatan kesejahteraan pegawai," tandasnya.(esy/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com

Read More... Pemerintah Angkat 350 Ribu CPNS Baru

Anggaran BOS Ditambah Lagi

.
0 komentar
JAKARTA—Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh mengatakan bahwa anggaran pendidikan di tahun 2010 bertambah sebesar Rp 11 Triliun. Angka ini diperoleh dari penyesuaian APBN 2010 terkait pemanfaatan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2009.

Hanya saja kata Nuh, anggaran ini dibagi untuk dua pos kementrian yakni Kementrian Pendidikan Nasional dan Kementrian Agama. Nantinya penambahan anggaran ini akan dihitung kembali sesuai dengan kegiatan prioritas dibidang pendidikan di masing-masing kementrian.

‘’Tambahan Rp 11 triliun ini akan dibagi dua dengan kementrian Agama. Sesuai dengan skala prioritas. Kementrian pendidikan nasional sudah membuat beberapa kriteria untuk pemanfaatan tambahan dana pendidikan tersebut,’’ kata Nuh pada wartawan, Senin (8/2).

Adapun kriteria penggunaan tambahan anggaran tersebut adalah untuk alokasi anggaran kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat, contohnya penambahan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan beasiswa. Selain itu kriteria kegiatan yaitu membiayai kegiatan yang saat penyusunan kerja pemerintah belum tercover di APBN 2010.

‘’Indikator lainnya adalah untuk kegiatan yang siap langsung direalisasikan di APBN-P 2010 dan untuk penambahan anggaran penelitian yang memiliki nilai strategis,’’ jelas Nuh.

Sebagaimana diketahui, di APBN 2010 khusus untuk pendidikan sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 209,53 triliun atau 20 persen dari total belanja negara. Anggaran tersebut yang dikelola pemerintah pusat sebesar Rp 83,17 triliun dan ditransfer ke daerah sebesar Rp 126,35 triliun. Sementara SILPA 2009 tercatat sebesar Rp 38 triliun.(afz/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com

Read More... Anggaran BOS Ditambah Lagi

Senin, 08 Februari 2010

Kasek Bingung Anggaran Unas 2010

. Senin, 08 Februari 2010
0 komentar
APBD Belum Didok, BOS Belum Cair

BANYUWANGI-Molornya pengesahan APBD 2010, meresahkan kalangan kepala sekolah (kasek) di Banyuwangi. Kini mereka kelimpungan. Pasalnya, anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan dimanfaatkan penyelenggara sekolah juga belum cair.

Kasek SMAN 1 Giri Mujiono mengatakan, pihak sekolah hingga kini masih menunggu anggaran ujian nasional (Unas) dari APBN dan APBD. "Bagaimana pun juga masing-masing sekolah penyelenggara memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan dan melancarkan pelaksanaan Unas, Maret mendatang," terangnya kepada koran ini, kemarin (7/2).

Akibat belum disahkan APBD, lanjut dia, secara otomatis anggaran BOS belum cair. Padahal, anggaran BOS seharusnya cair Januari lalu. "Namun, hingga saat ini sekolah masih belum menerimanya," keluhnya.

Kalau anggaran APBN, beber Mujiono, diperkirakan cair akhir Februari atau awal Maret. Seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran APBN pasti cair demi kelangsungan Unas. ''Kalau untuk anggaran APBD, kami pesimistis. Karena hingga kini, masih tarik ulur mengenai pengesahannya,'' tukasnya.

Seandainya cair, imbuh Mujiono, biasanya tidak bisa dibagikan Maret nanti. Pasalnya, APBD itu harus diverifikasi oleh Gubenur Jatim lebih dahulu. Perkiraan baru cair Mei nanti. Padahal, kebutuhan biaya Unas di setiap sekolah sangat besar. "Mulai dari biaya operasional, transportasi, dan pengawas, harus sudah disiapkan oleh pihak sekolah," sebutnya.

Mujiono menambahkan, meski anggaran belum cair, namun persiapan Unas sudah dilakukan oleh sekolah. SMAN 1 Giri menggelar try out (uji coba, Red) pada 12 sampai 14 Februari. Pada 1 sampai 5 Maret dilakukan geladi resik try out serentak, yang akan diikuti SMA negeri dan swasta. "Soal-soal try out-nya yang membuat MGMP kabupaten,'' ungkapnya.

Mujiono mengaku, apabila hanya anggaran APBN yang cair, maka sekolah akan menggunakan sebaik-baiknya. Honor pengawas bisa menunggu pencairan APBD. "Pihak sekolah mohon maklum saja," cetusnya.

Kasek SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi Anton Sunartono juga mengeluhkan, belum didoknya APBD. Padahal, sekolah swasta butuh anggaran Unas sebesar Rp 15 juta. Anggaran tersebut untuk biaya operasional, transportasi, pengawas, dan kebutuhan siswa lainnya. Namun, hingga kini dana dari APBD dan APBN belum ada. ''Untung saja, wali murid sekolah ini mau gotong royong demi pelaksaan Unas Maret mendatang,'' katanya kemarin.

Selain sumbangan dari wali murid, lanjut Anton, pihaknya akan mencari pinjaman. "Itu dilakukan demi penyelenggaraan Unas agar bisa berjalan lancar," ujarnya.(lla/irw)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar

Read More... Kasek Bingung Anggaran Unas 2010

Sabtu, 06 Februari 2010

CPNS 2010 Kabupaten Banyuwangi

. Sabtu, 06 Februari 2010
0 komentar
DPRD : Harus Rekrut CPNS
Anggaran Masuk APBD 2010

BANYUWANGI - Setelah Ketua Komisi A DPRD Banyuwangi I Made Bagus Sudarmadja angkat bicara soal gagalnya tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), kemarin (5/1) giliran Ketua DPRD Hermanto menyikapi keputusan mendadak Bupati Ratna Ani Lestari itu.

Ketua DPRD asal PDIP tersebut menolak keputusan sepihak, yang diambil eksekutif dengan membatalkan pengadaan CPNS tahun 2010.

Diungkapkan, keputusan menyelenggarakan tes CPNS 2010, itu merupakan keputusan bersama antara DPRD dan eksekutif. Karena disetujui bersama, kata Hermanto, maka pembatalannya tidak bisa dilakukan secara sepihak. "Seperti yang dilakukan eksekutif saat ini," sesalnya.

Dalam pembahasan RAPBD 2010 lalu, beber dia, tim eksekutif ngotot untuk memasukkan anggaran pengadaan CPNS tahun 2010. Besarnya Rp 350 juta. Terkait anggaran itu, DPRD sempat mempertanyakan rencana dan program tersebut. "Yang menjadi persoalan adalah waktu pelaksanaan tes CPNS," ujarnya.

Pada tahun 2009, lanjut dia, kemampuan APBD cukup memadai untuk mengakomodasi anggaran pengadaan PNS baru. Namun, eksekutif tidak melakukan pengadaan CPNS.

Sementara, pada tahun 2010 kemampuan dana APBD turun drastis. Namun, eksekutif tetap memprogramkan pengadaan CPNS. "Saat itu, eksekutif ngotot anggaran pengadaan CPNS dimasukkan APBD 2010 dengan berbagai alasan," bebernya.

Namun, setelah usulan itu disetujui DPRD, tiba-tiba program itu dibatalkan secara sepihak. "Kita mempertanyakan, kenapa rencana itu dibatalkan begitu saja setelah sebelumnya ngotot agar anggaran masuk APBD 2010," sergahnya.

Sejatinya, lanjut Hermanto, kebutuhan tenaga PNS diperhitungkan sebelum anggarannya diusulkan ke DPRD. Kalau saat ini, eksekutif lantas beralasan, pengadaan CPNS tidak dilakukan, karena Pemkab kelebihan PNS, maka itu patut dipertanyakan. Sebelumnya, eksekutif ngotot akan mengadakan CPNS dengan alasan Pemkab kekurangan tenaga teknis. Namun setelah disetujui, eksekutif beralasan lain yang bertolak belakang. "Sebenarnya mana yang benar? Kurang atau lebih, kok tidak ada perencanaan yang memadai," kritiknya.

Dikatakan, anggaran pengadaan CPNS 2010 tidak bisa dibatalkan. Sebab, anggaran yang diusulkan Badan Kepegawaian dan Diklat itu sudah menjadi keputusan bersama Banggar DPRD dan tim eksekutif. "Walau APBD belum disahkan, namun anggaran pengadaan CPNS Rp 350 juta tidak bisa dibatalkan begitu saja," tandasnya.

Saat ini, pembahasan RAPBD 2010 sudah final. Karena itu, anggaran sekecil apapun, yang sudah diputuskan bersama, tidak boleh dibatalkan atau ditambah. "Kalau membatalkan atau menambah anggaran, medianya melalui PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD baru bisa. Kalau sekarang nggak bisa dengan alasan apapun," katanya.

Karena anggarannya sudah masuk APBD, tentu kegiatannya wajib dilaksanakan sesuai rencana. Bagaimana kalau tidak dilaksanakan? Hermanto mengaku tidak bisa mengambil sikap saat ini.

Dia hanya menegaskan, kalau semua usulan anggaran kegiatan dalam APBD wajib dilaksanakan. Kalau eksekutif tidak melaksanakan rencana dan program yang diusulkan, DPRD memiliki mekanisme sendiri untuk menindaklanjutinya. "Keputusan DPRD sudah final. Karena anggaran sudah masuk APBD, maka kegiatannya harus dilaksanakan," tegasnya. (afi/irw)
Sumber: http://www.jawapos.com/radar
Read More... CPNS 2010 Kabupaten Banyuwangi

Jumat, 05 Februari 2010

Buku Panduan dan Formulir Pendaftaran BIDIK MISI

. Jumat, 05 Februari 2010
0 komentar
Bagi Para Calon Mahasiswa dari Kalangan Kurang Mampu ada Kesempatan Emas untuk Melanjutkan Kuliah ke Jenjang S1 melalui BIDIK MISI 2010 (Beasiswa Pendidikan Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu) Persyaratan untuk mendaftar program beasiswa BIDIK MISI tahun 2010 adalah:
Informasi lebih lanjut tentang syarat dan ketentuan silakan download disini.
Formulir Pendaftaran Program Beasiswa Bidik MISI 2010 silakan download disini.
Maturnuwun and Suxes always.
Read More... Buku Panduan dan Formulir Pendaftaran BIDIK MISI

Beasiswa Bidik Misi Universitas Negeri Jember 2010

.
9 komentar
Beasiswa Tanpa Bidikmisi Universitas Jember 2010/2011
Penerimaan Mahasiswa Baru Program Tanpa Bidik Misi 2010/ 2011 bagi para pelajar SMA/SMK/ Sederajat di Universitas Negeri Jember.

Informasi Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa Bidik Misi 2010/ 2011 Universitas Negeri Jember silakan download disini. Maturnuwun
Read More... Beasiswa Bidik Misi Universitas Negeri Jember 2010

Urutan Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru

.
1 komentar
Urutan Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru:
Guru Pendidikan Dasar dan SLB

Pertama; Semua pengawas dikdas dan SLB yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki
sertifikat pendidik. Kedua; Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, dan terluar yang memenuhi persyaratan. Ketiga; Guru dan kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SLB berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi atau peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional, atau guru yang mendapat penghargaan internasional yang belum mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun 2007, 2008 dan 2009. Keempat; Guru TK, SD, SMP, dan SLB yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikat secara langsung. Kelima; Guru TK, SD, SMP, dan SLB yang tidak masuk ketentuan butir b) dan c) ditetapkan berdasarkan urutan prioritas penetapan
peserta.

Urutan Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru:
Guru Pendidikan Menengah

Pertama; Semua pengawas dikmen yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik. Kedua; Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan , terdepan, dan terluar yang memenuhi persyaratan. Ketiga; Guru dan kepala sekolah SMA dan SMK berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi atau peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional, atau guru yang mendapat penghargaan internasional yang belum mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun 2007, 2008 dan 2009. Keempat; Guru SMA dan SMK yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikat secara langsung. Kelima; Guru SMA dan SMK yang tidak masuk ketentuan ketentuan butir b) dan c) ditetapkan berdasarkan urutan prioritas penetapan peserta yaitu; Masa Kerja
Sebagai Guru; Dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru tetap baik sebagai PNS maupun bukan PNS. Usia; Dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah. Pangkat/ Golongan; Pangkat/ golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi. Kriteria ini khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing. Beban Kerja; Jumlah jam mengajar tatap muka per minggu yang diemban oleh guru saat didaftarkan sebagai peserta sertifikasi guru. Tugas Tambahan; Jabatan atau tugas yang diemban oleh guru pada saat guru yang bersangkutan diusulakn sebagai calon peserta sertifikasi, misalnya Kepala
Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program/ Jurusan, dll. Prestasi Kerja; Prestasi akademik dan atau non akademik yang pernah diraih guru atau pembimbingan yang dilakukan guru dan mendapatkan penghargaan.
Read More... Urutan Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru
 

Tamu Kampung Inggris

Traffic Pidato Inggris

Komentar Terbaru Sobat Setia Muhamad Ali Saifudin

All right reserved Muhamad Ali Saifudin is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com