Foto Saya
Muhamad Ali Saifudin
Guru Bahasa Inggris SMKN Darul Ulum Muncar, Menginspirasi Guru, Memotivasi Siswa. Dari Ujung Timur Pulau Jawa, Wringinputih Muncar Banyuwangi.
Lihat profil lengkapku

Selamat Datang di Weblog Muhamad Ali Saifudin *)

Penulis berusaha menyajikan berbagai informasi tentang Pendidikan, Belajar Bahasa Inggris, Informasi SMK, NUPTK, Sertifikasi Guru, Wisata, Tips dan Trik. Motto Penulis "Yang Abadi adalah Perubahan dan yang Pasti adalah Ketidakpastian, Siapa yang tidak Berani Berubah tidak akan Memiliki Kepastian".

Copy Paste artikel Tips Trik Wisata Belajar Pidato Bahasa Inggris SMK dalam blog ini boleh asal:

1). Memuat nama penulis Muhamad Ali Saifudin.
2). Menyertakan alamat http://muhamadalisaifudin.blogspot.com ke sumber artikel yang ditulis
.
3). Kritik dan Saran Tips Trik Wisata Belajar Pidato Bahasa Inggris SMK Klik Disini
*) Muhamad Ali Saifudin tinggal di http://muhamadalisaifudin.blogspot.com

Senin, 31 Agustus 2009

English Peotry: Puisi Lumpur Lapindo

. Senin, 31 Agustus 2009
1 komentar
Lumpur Lapindo


So many people suffer……
You are the destroyer……
Hopes and dreams never come true……
It’s because of you, Lapindo!
Ouch………..
How terrible!
Lapindo……,, you make trouble
To many people
Ouch……….
How awful!
Lapindo…..,you lost my soul
Whose fault?
The only God knows
We hope it goes…..!



All about Lumpur Lapindo
By Muhamad  Ali Saifudin
Read More... English Peotry: Puisi Lumpur Lapindo

Sabtu, 15 Agustus 2009

Lomba Mewarnai Tingkat TK Se-Kab. Banyuwangi

. Sabtu, 15 Agustus 2009
0 komentar
SMK Negeri Darul Ulum Muncar Banyuwangi merupakan Lembaga Pendidikan milik Pemerintah dibawah naungan Departemen Pendidikan Nasional yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Uluum Berasan Wringinputih Muncar Banyuwangi yang merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri pertama di Banyuwangi yang berada di lingkungan pesantren. SMK Negeri Darul Ulum Muncar berdiri tahun 2002 dan telah meluluskan 4 angkatan semenjak angkatan pertama tahun 2005/2006. SMK Negeri Darul Ulum Muncar merupakan tempat untuk mengembangkan kemampuan diri dengan potensi diri yang dimilikinya, mengembangkan siswa untuk kreatif, inovatif dan berpotensi sehingga mampu bersaing ditingkat nasional.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 64, SMK Negeri Darul Ulum Muncar mengadakan kegiatan lomba mewarnai tingkat TK/ TKA/ RA/ Play Group se-Kabupaten Banyuwangi tanggal 15 Agustus 2009 dengan tema “Mendulang Emas di Usia Dini”

1. Maksud kegiatan tersebut adalah;

* Menggali potensi anak didik TK/ TKA/ RA/ Play Group di bidang seni.
* Mengenalkan SMK Negeri Darul Ulum Muncar kepada orang tua/ guru TK/ TKA/ RA/ Play Group dan masyarakat.


2. Tujuan kegiatan tersebut adalah;

* Memberikan kesempatan dan wadah serta menunjukkan kreasi anak didik TK/ TKA/ RA/ Play Group untuk berprestasi terutama dalam hal seni.
* Memberikan informasi dan pengenalan orang tua/ Guru TK/ TKA/ RA/ Play Group terhadap keberadaan SMK Negeri Darul Ulum Muncar

Pada kegiatan Lomba Mewarnai Tingkat TK se-kabupaten Banyuwangi di SMKNDU Muncar diikuti oleh 438 Peserta dari TK/ TKA/ RA/ Play Group. Para guru dan orangtua turut serta mendukung dan mendampingi seluruh peserta dengan antusias. Acara Lomba Mewarnai Tingkat TK ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi Bapak Yusuf Nur Iskandar, SH, M.H.

Acara ini juga dimeriahkan dengan Bazar SMKNDU Muncar, Lomba Tata Busana SMKNDU Muncar, Pentas seni yang didukung dari semua unit pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Uluum Berasan (PPMU) diantaranya dari Unit TK Khodijah 17, MI Darul Ulum, SMP Unggulan Darul Ulum dan SMKNDU Muncar.

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para pendukung acara dari Gandrung FM, Kalbe Farma dengan produk Cerebrovot dan Cerebrofit .
Read More... Lomba Mewarnai Tingkat TK Se-Kab. Banyuwangi

Senin, 10 Agustus 2009

Penanaman Mangrove di Bedul oleh IFSA

. Senin, 10 Agustus 2009
0 komentar
Reboisasi Ekowisata Bedul Hutan Mangrove

Purwoharjo - Pada pelaksanaan Perkemahan IFSA (International Forestry Students Association), Perkumpulan Mahasiswa Jurusan Kehutanan Internasional pada tanggal 6 s/d 9 Agustus 2009,
Balai Taman Nasional Alas Purwo bekerja sama dengan para Mahasiswa IFSA dari 90 Negara yang berjumlah 123 orang melakukan Penanaman Kembali (Reboisasi) Kawasan Mangrove yang ada di Kawasan Blok Bedul yang ada di bawah naungan Sub Seksi Pos Bedul, Taman Nasional Alas Purwo.Para Mahasiswa IFSA berangkat dari Guest House di Penginapan Trianggulasi pukul 08.00 WIB dengan mengendarai 5 truk yang disediakan oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo. Mereka tiba sekitar pukul 09.00 WIB di Pos Bedul. Para Mahasiswa IFSA disambut oleh Kepala Sub Seksi Pos Bedul, Bapak Untung, Bapak Marni serta para pegawai yang ada di Pos Bedul.

Selang sesaat Para Mahasiswa IFSA, Panitia IFSA dari Balai Taman Nasional Alas Purwo, serta Para Sukarelawan dari SMKN Darul Ulum Muncar serta beberapa sekolah dari Banyuwangi langsung menuju ke Dermaga Pos Bedul menaiki Perahu Gondang Gandung untuk menyeberang ke tempat yang akan direboisasi oleh peserta IFSA.

Sesampainya di Wisata Bedul, Para Mahasiswa IFSA, Panitia dari Balai Taman Nasional Alas Purwo, serta Para Sukarelawan dari SMKNDU Muncar serta sekolah lain langsung berbaur untuk mengambil bibit Mangrove yang sudah disediakan oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo untuk ditaman di beberapa tempat di kanan dan kiri Hutan Mangrove Bedul yang masih "bolong". Para Mahasiswa IFSA begitu antusias bergotong royong, mengular, bahu membahu untuk menanam Bibit Mangrove di tempat-tempat yang masih belum ada Tanaman Mangrovenya.

Hutan Mangrove Wisata Bedul berada di Blok Solo Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Hutan Mangrove Wisata Bedul rencananya akan dikembangkan menjadi objek Wisata Andalan di Wilayah Banyuwangi. Ada bocoran dari bapak Untung Kepala Sub Seksi Pos Bedul, "Hutan Mangrove Bedul akan dikembangkan dengan kerjasama dari semua pihak diantaranya dari Pemdes Sumberasri, Perhutani Banyuwangi dan Balai Taman Nasional Alas Purwo serta dari JICA (Japan International Corporation Agency)".

Sebagai langkah awal dikembangkannya Blok Wisata Mangrove Bedul saat ini Balai Taman Nasional dan Pemerintah Desa Sumberasri sudah mencicil membangun fasilitas untuk memudahkan para Pelancong, Wisatawan dan Pengunjung berwisata di Blok Bedul Alas Purwo.

Foto-Foto Wisata Bedul by http://fotoalisaifudin.blogspot.com
Artikel Wisata Bedul by http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Read More... Penanaman Mangrove di Bedul oleh IFSA

Minggu, 09 Agustus 2009

Alamat LPMP Propinsi Se-Indonesia

. Minggu, 09 Agustus 2009
1 komentar
Berikut kami membantu menemukan Alamat LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan)

  1. LPMP DKI JAKARTA
    Contact : JL. Nangka 60 Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan Indonesia
    Telp : 021-7824149, 7805916 021-7805916, 7806827

  2. LPMP JAWA BARAT
    Contact :

  3. LPMP JAWA TENGAH
    Contact : Jl. Kyai Mojo Srondol Kulon
    Telp : (024) 7474192

  4. LPMP DI. YOGYAKARTA
    Contact : Jl. BPG Raya, Tirtomartani, Kalasan Sleman D.I.Yogyakarta Indonesia 55000
    Email : sekretariat@lpmpjogja.org Telp : (0274) 496921

  5. LPMP JAWA TIMUR
    Contact : Jl.Ketintang Wiyata POS BOX 1/Sb IKIP Surabaya
    Telp (031) 8290243 Ext 109 Fax : (031)8273732 Email : dailpmpjatim@yahoo.com
    Subag Umum 031-8290243 ext 108
    Seksi Program dan Sistem Informasi ext. 111-112
    Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi ext. 316-317
    Seksi Fasilitasi Sumberdaya Pendidikan ext. 319

  6. LPMP NANGGROE ACEH DARUSSALAM
    Contact : Jl. Banda Aceh/Medan Km.12.5 Desa Niron Kec.Sukamakmur Aceh Besar NAD
    Telp : (0651) 7406222 Fax : (0651) 45295
    Email : lpmpnad@yahoo.com

  7. LPMP SUMATERA UTARA
    Contact : Jl. Bunga Raya No. 96 Asem Kumbang Pos Sungal Medan
    Tel. (061) 8222372

  8. LPMP SUMATERA BARAT
    Contact : Komp. Perguruan Tinggi Air Tawar Padang Sumatera BArat
    Telp : (0751) 7054302 Fax : (0751) 7053302

  9. LPMP R I A U
    Contact : Jl. Gajah No.21 Rejosari Kulim, Pekanbaru Riau
    Telp : (0761) 26390 , 26389

  10. LPMP J A M B I
    Contact : Jl. H.M. Yusuf Singadekane No.31 Telanaipura Jambi
    Telp : (0741) 60449 Fax : (0741) 62843
    Website : http://www.geocities.com/lpmp_jambi

  11. LPMP SUMATERA SELATAN
    Contact : Jl. Raya Lintas Timur Km.36 Inderalaya Kab.Ogan Ilir 30662
    Telp : (0711) 581368, 580130
    Fax : (0711) 580130, 581518

  12. LPMP LAMPUNG
    Contact :

  13. LPMP KALIMANTAN BARAT
    Contact :

  14. LPMP KALIMANTAN TENGAH
    Contact :

  15. LPMP KALIMANTAN SELATAN
    Contact :

  16. LPMP KALIMANTAN TIMUR
    Contact :

  17. LPMP SULAWESI UTARA
    Contact :

  18. LPMP SULAWESI TENGAH
    Contact :

  19. LPMP SULAWESI SELATAN
    Contact :

  20. LPMP SULAWESI TENGGARA
    Contact :

  21. LPMP MALUKU
    Contact :

  22. LPMP B A L I
    Contact : Jl. Letda Tantular Yang Batu Kauh Denpasar Bali
    Telp : (0361) 225666

  23. LPMP NUSA TENGGARA BARAT
    Contact :

  24. LPMP NUSA TENGGARA TIMUR
    Contact :

  25. LPMP PAPUA
    Contact :

  26. LPMP BENGKULU
    Contact :

  27. LPMP MALUKU UTARA
    Contact :

  28. LPMP BANTEN
    Contact :

  29. LPMP BANGKA BELITUNG
    Contact : Komplek Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemprov.Kep.Babel Jl Pulau Bangka Air Item Pangkal Pinang 33148
    Telp : (0717) 439418, 439420
    Fax : (0717) 439423
    Email : lpmp_babel@yahoo.com

  30. LPMP GORONTALO
    Contact : Desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo
    Telp. 0435-827730, Fax. 0435-827731 Email : lpmp@lpmp-gorontalo.go.id
Sumber: LPMP, NUPTK
Read More... Alamat LPMP Propinsi Se-Indonesia

Selasa, 04 Agustus 2009

Gandrung Banyuwangi, Riwayatmu Kini

. Selasa, 04 Agustus 2009
0 komentar
Gandrung Banyuwangi, Riwayatmu Kini
Oleh Al Khanif
Siapa yang tidak kenal Banyuwangi. Selain terkenal dengan legenda sang raja mahasakti Prabu Minak Jinggo (sebutan lain Raja Bre Wirabumi) pada era Majapahit, kabupaten di paling ujung timur Pulau Jawa itu terkenal dengan sebutan Kota Gandrung

Penggunaan gandrung sebagai ikon Banyuwangi merupakan bukti seni tari itu dahulu sangat populer. Bahkan, ia lebih populer dari sang legenda Minak Jinggo atau Kerajaan Blambangan. Sampai era 1980-an, gandrung masih eksis di Banyuwangi meskipun ditentang di beberapa tempat.

Gandrung adalah seni tari yang rancak. Penari gandrung dituntut bisa menggerakkan tubuh mengikuti alunan musik yang kadang melambat dan cepat. Kecepatan tempo musik ditentukan gendang, bonang, dan ketukan besi berbentuk segitiga. Tempo lambat ditentukan biola.

Di Jawa Barat, gandrung bisa disejajarkan dengan tari jaipong. Tubuh penari meliuk-liuk dan harus ndengkek, yakni tubuh bagian atas agak merunduk ke depan dan pinggul ke bawah ditonjolkan ke belakang. Sangat sulit, tetapi itulah keunikan gandrung.

Selain itu, penari juga dituntut bisa menggerakkan bola mata, hampir sama dengan tari-tarian Bali. Bisa dikatakan gandrung Banyuwangi merupakan perpaduan antara seni Bali dan Jawa. Maka, ada pepatah kebudayaan Banyuwangi mewakili dua kebudayaan besar: Jawa dan Bali. Akulturasi itu termanifestasikan dalam bentuknya sendiri, yakni budaya Banyuwangi. Perspektif negatif

Seni tari dan bentuk-bentuk lain kesenian pada dasarnya merupakan sebuah manifestasi kebudayaan yang netral. Meskipun lahirnya sebuah kesenian selalu berkaitan dengan sebuah peradaban, pada dasarnya ia tidak terikat dengan ideologi mana pun. Kesenian berbeda dengan ideologi. Kesenian hanya merepresentasikan sebuah ideologi tanpa berusaha membenturkan perbedaan yang ada. Perbedaan dalam kesenian justru akan memperkaya khazanah seni. Ini berbeda dengan ideologi yang berusaha membenturkan setiap perbedaan.

Namun kenyataannya, dahulu gandrung selalu diidentikkan dengan Islam abangan. Islam abangan adalah sebuah stereotip negatif terhadap orang Islam yang tidak menjalankan syariah Islam dengan benar. Oleh karena itu, hanya orang-orang tertentu yang berani menggelar hajatan gandrung, misalnya perangkat desa atau penggede kabupaten.

Stereotip tersebut sangat berkaitan dengan islamisasi di Banyuwangi waktu itu. Oleh karena itu, sejatinya telah terjadi pertarungan identitas antara Islam dan gandrung. Meskipun islamisasi di Banyuwangi tidak puritan, beberapa kiai dan ulama melihat gandrung tidak cocok dengan nilai-nilai Islam. Oleh sebab itu, ada usaha memisahkan gandrung dari masyarakat dengan cara memberikan label "seni yang tidak islami". Lalu, mengapa dahulu gandrung identik dengan kesenian yang tidak islami?

Salah satunya, dahulu beberapa pesta gandrungan (istilah bagi pesta yang menggelar gandrung) menyediakan minuman beralkohol sejenis bir. Biasanya penonton laki-laki akan minum bir jika ingin menyawer, yakni menemani penari dan memberi tips kepada penari bersangkutan sebelum ia turun dari panggung.

Cara memberi tipsnya cukup unik, yakni menyelipkan uang ke sela- sela bra sang penari. Memang penari gandrung pada umumnya perempuan dengan pakaian yang sedikit terbuka di dada bagian atas. Itulah yang menjadi pemicu untuk melarang pertunjukan gandrung. Saweran dinilai bertentangan dengan norma agama karena mengandung unsur pornografi. Sementara minuman beralkohol jelas dilarang di dalam Islam. Jika menggelar gandrungan, orang awam harus bersiap menerima sanksi sosial berupa pengucilan sosial dari masyarakat. Akankah musnah?

Lain dahulu lain sekarang. Kini gandrung yang telanjur menjadi ikon Banyuwangi terancam hilang. Tidak ada lagi gandrungan di masyarakat. Hanya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang masih eksis menggelar gandrungan. Namun, jumlah pementasannya pun tidak banyak.

Sebenarnya ada beberapa sanggar tari gandrung di Banyuwangi, tetapi kelangsungannya terancam punah. Selain minimnya minat kawula muda untuk mempelajarinya, stereotip gandrung sebagai seni yang tidak islami telanjur membuatnya mati suri. Padahal, seharusnya gandrung bisa dijadikan salah satu obyek wisata andalan di Banyuwangi. Ia layak disejajarkan dengan tari-tarian Bali yang eksotis atau jaipong Sunda.

Akankah Gandrung mengalami nasib yang sama dengan kebudayaan daerah lain? Ludruk di Surabaya dan tayub di Nganjuk sudah kembang kempis dimakan zaman. Adapun beberapa kesenian daerah lain akan dilarang pemerintah setempat karena dianggap melanggar undang-undang.

Saya hanya berharap gandrung tidak punah seperti macan kumbang (Javanese tiger). Salah satu cara melestarikannya adalah kearifan dari semua pihak untuk memahami bahwa gandrung adalah warisan budaya yang harus dipertahankan. Ia tidak harus dibenturkan dengan ideologi atau paham lain karena tidak ada ideologi yang bertentangan dengan kesenian. Al Khanif Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Banyuwangi

Sumber: Kompas
Read More... Gandrung Banyuwangi, Riwayatmu Kini
 

Tamu Kampung Inggris

Traffic Pidato Inggris

Komentar Terbaru Sobat Setia Muhamad Ali Saifudin

All right reserved Muhamad Ali Saifudin is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com