Foto Saya
Muhamad Ali Saifudin
Berbuat dan Bermanfaat
Lihat profil lengkapku

Selamat Datang di Weblog Muhamad Ali Saifudin *)

Penulis berusaha menyajikan berbagai informasi tentang Pendidikan, Belajar Bahasa Inggris, Informasi SMK, NUPTK, Sertifikasi Guru, Wisata, Tips dan Trik. Motto Penulis "Yang Abadi adalah Perubahan dan yang Pasti adalah Ketidakpastian, Siapa yang tidak Berani Berubah tidak akan Memiliki Kepastian".

Copy Paste artikel Tips Trik Wisata Belajar Pidato Bahasa Inggris SMK dalam blog ini boleh asal:

1). Memuat nama penulis Muhamad Ali Saifudin.
2). Menyertakan alamat http://muhamadalisaifudin.blogspot.com ke sumber artikel yang ditulis
.
3). Kritik dan Saran Tips Trik Wisata Belajar Pidato Bahasa Inggris SMK Klik Disini
*) Muhamad Ali Saifudin tinggal di http://muhamadalisaifudin.blogspot.com

Senin, 31 Mei 2010

Warning PGRI Bersikap Netral

. Senin, 31 Mei 2010
0 komentar
BANYUWANGI-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi dinilai tidak independen dalam Pemilukada 2010. Penilaian itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian Kebijakan dan Politik Lokal Banyuwangi, Agus Safari.

Menurut Agus, mestinya PGRI tidak masuk wilayah politik praktis. Sebab, PGRI itu bukan partai politik, namun organisasi profesi guru.

Sebagai organisasi profesi, PGRI harus independen dalam setiap peristiwa politik. "Kalau tidak independen, PGRI sebagai organisasi profesi akan rentan dari konflik internal dan berpotensi untuk terbelah," cetusnya kemarin.

Saat ini, kata Agus, PGRI cenderung memihak kepada pasangan calon bupati tertentu. "Keberpihakan itu tidak menguntungkan PGRI sebagai organisasi profesi," sesalnya.

Pilihan cerdas PGRI dalam pemilukada, lanjut Agus, adalah netral terhadap semua cabup. Selanjutnya, anggota PGRI diberi kebebasan menggunakan hak politiknya sebagai warga negara untuk menentukan pilihan terhadap salah satu cabup. "Seharusnya PGRI bersikap netral, sehingga kepentingan untuk dunia pendidikan di Banyuwangi dapat diperjuangkan secara baik dan profesional, tanpa harus mengorbankan sikap independen dan konsistensi PGRI. Sebagaimana diatur dalam AD/ART PGRI dan undang-undang guru dan dosen," ungkap guru pegawai negeri sipil itu.

Kecaman senada disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum 5 Maret, Mas Soeroso. Hanya saja, Soeroso menyoroti kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam acara PGRI di Gesibu Blambangan, beberapa hari lalu. Kehadiran wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu dinilai tidak etis. Sebab, PGRI menghadirkan semua pasangan cabup-cawabup dalam acaranya tersebut. Sehingga sebagai pejabat pemerintah, Gus Ipul terkesan sekali mendukung salah satu calon. "Sebagai pejabat pemerintahan, wagub seharusnya tidak menunjukkan sikap keberpihakan," cetusnya.

Apalagi, dalam acara itu sejumlah calon mengenakan baju seragam kebesaran PGRI layaknya mereka anggota organisasi guru tersebut. "Ada anggota PGRI jadi-jadian dalam acara itu," sesalnya.

Soeroso mengingatkan, agar pengurus PGRI tidak memanfaatkan kebesaran organisasinya untuk mendukung salah satu pasangan cabup. Guru sebagai pendidik, harap Soeroso, mestinya menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. "Anggota PGRI jangan sampai terpancing dalam menentukan pilihannya," harapnya.(afi/irw)
Sumber: http://www.jawapos.com/radarbanyuwangi
Read More... Warning PGRI Bersikap Netral

Kamis, 27 Mei 2010

Jalur Lintas Selatan Jawa Timur: Kabarmu Kini

. Kamis, 27 Mei 2010
1 komentar
JLS Terkatung-Katung
Belum Bebaskan 26 Ha Hutan Produksi

BANYUWANGI-Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan Pemkab Banyuwangi dalam menuntaskan proyek Jalan Lintas Selatan (JLS).
Hingga kemarin, Pemkab masih belum membebaskan 26 hektare (ha) lahan hutan dan perkebunan untuk proyek jalan tersebut. Sebenarnya, proyek JLS sudah dimulai sejak tahun 2002. Dana pembangunan fisik pembuatan jalan tersebut dibiayai Pemprov Jawa Timur, sedangkan Pemkab hanya bertugas melakukan pembebasan lahan.
Kabid Fisik dan Prasarana pada Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, A. Haris Harsono mengakui, pembangunan JLS sudah dimulai sejak tahun 2002. Di Banyuwangi, pembangunan jalan tersebut dimulai tahun 2004.

Menurut Haris, pembebasan lahan untuk proyek JLS terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah pembebasan lahan di kawasan permukiman. Hingga Mei 2010, pembebasan lahan permukiman sudah 99 persen.

Sementara itu, jenis lahan kedua yang harus dibebaskan adalah kawasan hutan produksi. Jenis ketiga adalah kawasan lahan perkebunan. Nah, khusus lahan hutan produksi yang belum bisa dibebaskan adalah 26 ha. Terhambatnya pembebasan lahan hutan itu karena terlebih dahulu harus diukur untuk menetapkan tata batas.

Yang melakukan pengukuran lahan hutan adalah pihak yang berwenang, yaitu Perhutani. Oleh karena itu, pembebasan lahan di kawasan hutan produksi masih harus menunggu hasil pengukuran tata batas. "Anggaran untuk pembebasan lahan tersebut sudah ada di APBD 2010. Itu khusus untuk pembebasan lahan yang masuk kawasan hutan produksi," jelas Haris.

Haris menambahkan, tidak semua jalur yang digunakan JLS merupakan jalan baru. Sebagian lahan ternyata jalan lama yang sudah ada, dan hanya perlu pemeliharaan agar kualitasnya sama dengan jalan yang baru.

Sekadar diketahui, panjang lintasan JLS di Banyuwangi mencapai 110 kilometer, dan lebar antara 20-24 meter. JLS tersebut nanti akan langsung bersambung dengan Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

Bappeda Banyuwangi sebagai koordinator tingkat kabupaten dalam proyek JLS itu bertugas membebaskan lahan. Selain itu, Bappeda juga bertanggung jawab dalam ganti rugi tegakan atau pohon-pohon yang ditebang dalam pembangunan JLS. Ganti rugi tegakan itu khusus untuk pohon di kawasan hutan produksi.

Haris menambahkan, sebenarnya ganti rugi tegakan juga berlaku untuk pohon atau tanaman di perkebunan yang ditebang. Namun, ternyata ada kesepakatan tambahan bahwa pihak perkebunan tidak mengharuskan ganti rugi.

Haris menjelaskan bahwa untuk perwujudan JLS, ada tiga jenis lahan yang harus dibebaskan, yaitu lahan permukiman, lahan hutan produksi, dan lahan perkebunan. Namun, pembebasan lahan hanya sesuai jumlah yang diperlukan untuk JLS. "Seperti halnya lahan permukiman, tidak lantas lahan rumah permukiman warga digusur. Namun, disesuaikan dengan keperluan jalan tersebut," ujarnya.

Lahan permukiman yang digunakan akan beli. Sementara itu, untuk ganti rugi tegakan kawasan hutan produksi, nanti akan diganti dengan lahan baru yang berpotensi dijadikan kawasan hutan produksi. "Kemungkinan besar lahan pengganti untuk kawasan hutan produksi akan ditempatkan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Utara," jelasnya. (mg2/bay) Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar
Read More... Jalur Lintas Selatan Jawa Timur: Kabarmu Kini

Wringinputih: Siti Maemunah Hidup dengan Kaki Dirantai

.
0 komentar
Sepuluh Tahun Siti Maemunah Hidup dengan Kaki Dirantai
Semasa Muda Pernah di Pesantren, Dikenal Sebagai Qoriah

Nasib Siti Maemunah, 41, warga Dusun Kabatmantren, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar ini cukup mengenaskan. Karena mengalami gangguan jiwa, warga terpaksa memasung kakinya sejak 10 tahun lalu. Ini terpaksa dilakukan karena dia sering mengamuk dan berlari sambil telanjang.

RUMAH yang ditempati Siti Maemunah berada di tengah perumahan warga. Sekilas, rumah permanen berukuran agak besar itu terkesan kosong dan seolah tanpa penghuni. Hampir seluruh bagian dari bangunan rumah, telah banyak yang rusak dan ambruk.

Dapur yang berada di sisi timur dari bangunan rumah, hampir separonya sudah rusak berat. Dindingnya ambrol hingga gentingnya melorot. Di bagian dapur ini, kondisinya sudah berantakan sehingga tidak terlihat sebagai bangunan rumah.

Kondisi hampir sama terlihat di bangunan rumah utama. Kayu dan bambu banyak yang melintang di ruang tamu dan ruang tengah. Di tempat ini, banyak terlihat sampah dan batu bata. Pakaian yang sudah koyak juga tampak bertebaran di sekitar lantai. "Maemunah ada di kamar belakang," ujar Nawawi, seorang warga sekitar.

Untuk menuju ke kamar di bagian belakang melalui ruang tamu dan tengah, kami harus berjalan hati-hati. Sebab, selain banyak kayu juga terlihat batu bata yang berserakan. "Siapa yang datang, mau apa kemari, sayang!" ujar Maemunah begitu melihat wartawan koran ini berdiri di depan pintu kamar belakang.

Selintas, Maemunah seperti orang yang waras. Rambutnya masih rapi dengan tubuh cukup bersih. Hanya, mulutnya terus nyerocos tanpa aturan. Kata-kata kotor sering keluar dari mulutnya. Tidak lama, ibu satu anak itu menyanyi dan berceramah. "Kalau menyanyi, suaranya bagus," kata Nawawi.

Ternyata benar, Maemunah memang pintar menyanyi. Saat wartawan koran ini mencoba menyanyikan lagu-lagu dangdut, dia langsung meneruskan sambil bergoyang. Tapi tidak lama, perempuan itu berteriak-teriak sambil mengejek ibu-ibu yang banyak menontonnya. "Mbak, bojomu tak pek'e yo... (Mbak, suamimu saya minta ya)," ujarnya.

Bukan hanya menyanyi, Maemunah ternyata juga dikenal mahir dalam membaca salawat, berzanji, dan juga tibaan. Bahkan, ibu yang pernah menikah tiga kali itu dikenal sebagai qoriah di kampungnya. "Maemunah itu pintar qoriah," jelas Titik Winarti, seorang saudara misannya.

Semasa muda, Maemunah pernah lama tinggal di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Selama di pesantren itu, dia banyak belajar agama dan qiroah. "Ibu dari Maemunah itu asalnya daerah Blokagung (Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari)," jelas Titik.

Saat Titik menyebut kata-kata pesantren, rupanya didengar oleh istri Nur Khoiri itu. "Jangan sebut-sebut pondok pesantren, saya tidak kenal pondok pesantren, saya tidak pernah tinggal di pondok pesantren," ujar Maemunah sambil berdiri.

Maemunah yang seperti emosi, membuat warga yang ada di sekitar kamarnya terdiam. Suasana pun menjadi hening sejenak. Tapi tidak lama, keheningan ini kembali pecah saat perempuan yang kakinya dirantai itu kembali menyanyi. Bahkan, sesekali juga membaca ayat Alquran dengan suara yang cukup merdu. "Wes ngono wae, aku ora iso ngaji (Sudah begitu saja, saya tidak bisa mengaji)," sebutnya.

Dengan gangguan jiwa yang sudah diderita sejak sepuluh tahun lalu, Maemunah biasanya dilepas. Bila pikirannya bisa tenang, perempuan ini sebenarnya juga bisa normal. Bila muncul masalah kecil, pikirannya kembali terganggu. Ketika sudah demikian, dia kerap berlarian dengan telanjang.(bay)
Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar
Read More... Wringinputih: Siti Maemunah Hidup dengan Kaki Dirantai

Minggu, 23 Mei 2010

EkoWisata Mangrove Bedul di Google Top Ten

. Minggu, 23 Mei 2010
0 komentar
Inilah Hasil Google Top Ten, ketika Penulis mencoba mencari Informasi Wisata Bedul di Search Engine dengan menggunakan kata kunci Wisata Bedul. dan Inilah hasil dari Google Search Engine tentang Ekowisata Mangrove Bedul yang berada di Taman Nasional Alas Purwo. Penulis mencoba untuk mencari tahu diposisi mana hasil pencarian tentang Wisata Bedul. Berikut ini hasilnya...

#
Wisata Mangrove Bedul Blok Solo
- [ Translate this page ]
Tidak salah jika kawasan wisata mangrove Bedul di Blok Solo, Desa Sumberasri, ... Bahkan di wisata Bedul Blok Solo terdapat burung elang laut perut putih, ...
#
Rekreasi Keluarga di Eko Wisata Bedul Hutan Mangrove
- 2 visits - May 14 - [ Translate this page ]
9 Mei 2010 ... Dengan perhitungan aji mumpung dekat dengan lokasi Eko Wisata Mangrove Bedul yang berada di Blok Solo Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo, ...
Show more results from muhamadalisaifudin.blogspot.com
#
A New Day Has Come » Blog Archive » Wisata Bedul Raya
- [ Translate this page ]
Wisata Bedul Raya. Menikmati Lebaran di Bedul Raya. Tempat wisata baru ini pernah di copas juga dari radar bwi ke lareosing.org ...
www.noped.net/banyuwangiku/wisata-bedul-raya/ - Cached - Similar
#
- Desa Wisata Mangrove – Bedul
- [ Translate this page ]
Desa Wisata Mangrove – Bedul, Apr 19, '10 11:00 PM for everyone. Slideshow. Pintu Masuk Bedul 1.jpg. Jalan Menuju Bedul 2.jpg. Jalan Menuju Bedul 3.jpg ...
lareozing.multiply.com/photos/album/18/18 - Cached
#
Zona Berita : Berani Kritis dan Inspiratif » Bedul, Wisata ...
- 3 visits - May 12 - [ Translate this page ]
24 Mar 2010 ... Untuk menuju kawasan wisata mangrove, Bedul, cukup mudah. ... Namun untuk kondisi darurat, kawasan wisata Bedul ini sudah cukup layak untuk ...
www.zonaberita.com/gaya.../bedul-wisata-mangrove-3-rasa.html/ - Cached
#
lareosing.org - Desa Wisata Mangrove – Bedul
- [ Translate this page ]
Di kawasan wisata bedul menawarkan wisata Mangrove alami. Untuk menuju ke Bedul, dari pusat Kota Banyuwangi anda bisa menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam ...
lareosing.org/content.php?160-Desa-Wisata-Mangrove-–-Bedul - Cached
#
Flickr: Wisata Jawa Timur's Photostream
- [ Translate this page ]
bedul2 by Wisata Jawa Timur. wisata bedul. Anyone can see this photo All rights reserved ... rawa bedul by Wisata Jawa Timur. rawa bedul/segara anakan ...
www.flickr.com/photos/45801851@N05/ - Cached - Similar
#
Cyber TOKOH - Hutan Bakau Blok Bedul Objek Wisata Baru di Banyuwangi
- [ Translate this page ]
1 Mar 2010 ... Sebagai imbalan, pihak TNAP memberikan lahan seluas 4 hektare untuk diolah menjadi kawasan wisata. “Jadilah wisata Blok Bedul yang dikelola ...
www.cybertokoh.com/index.php?option=com_content... - Cached
#
Blok Bedul - Learning
- [ Translate this page ]
Menurut kepada Desa Sumberasri, bapak Drs. Suyatno, Ide awal pengembangan Blok Bedul sebagai wahana Wisata Alam Laut dan Hutan muncul pada awal tahun 2003. ...
search.forkus.com/l/blok-bedul.htm - Cached
#
Menikmati Sunset di Rawa Bedul | warta-indonesia.com | cepat ...
- [ Translate this page ]
8 Mei 2010 ... Setelah sampai di dermaga bedul, maka wisatawan bisa menginap, pengelola wisata bedul menyediakan Home Stay di rumah penduduk sekitar hutan ...
warta-indonesia.com/travel/208-menikmati-sunset-di-rawa-bedul - Cached

Inilah hasil Iseng Iseng Berhadiah Nona Manis Jangan Marah. Ketika Penulis sedang mencoba2 mengetes Hasil Postingan tentang Eko Wisata Mangrove Bedul yang sering Penulis Posting, ini karena kecintaan Penulis Pada Pelestarian Alam dan Lingkungan. Dan Penulis juga sering "memprovokasi" Teman, Relasi, Konco - Konci yang penulis kenal untuk datang dan menikmati keindahan Wisata Bedul yang ada di Blok Bedul Sumberasri Purwoharjo. Disamping lewat Blog yang Ndeso ini Penulis juga promosi Blok Wisata Bedul lewat Mouth to Mouth. Semoga Wisata Bedul tambah lestari dan rame pengunjung, tapi Ojo Agawe Reget lan Koproh. "Pesan Sponsor"...

Read More... EkoWisata Mangrove Bedul di Google Top Ten

Kamis, 20 Mei 2010

Foto Foto SMKN Wongsorejo di Wisata Bedul

. Kamis, 20 Mei 2010
7 komentar
Foto Foto SMKN Wongsorejo di Wisata Mangrove Bedul

Berikut ini kami persembahkan aksi para Bapak Ibu Guru SMK Negeri Wongsorejo yang lagi Refreshing dan Jelajah Wahana Wisata Mangrove Bedul setelah mengantar 'Manten' Baru, Bapak Drs. Achmad Chusairi sebagai nahkoda baru di SMK Negeri Darul Ulum Muncar di hari Rabu, 19 Mei 2010. Rombongan yang dipimpin oleh Bapak Drs. Achmad Chusairi ini berjumlah sekitar 50 orang yang dipandu oleh teman teman dari SMKN Darul Ulum Muncar, Bapak SUbawat, Bapak Helmi, Bapak Tamim, Mas Miftah, Mas Alfan, dan Penulis, bersama Pahlawan Kecil Wildan tentunya.

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 1
Kepala Sekolah Baru SMKNDU berkunjung di Taman Wisata Bedul Alas Purwo
Bapak Achmad Chusairi beserta rombongan dari SMK Negeri Wongsorejo berada di Dermaga Masuk Wisata Bedul menuju ke Pos penjualan Tiket Masuk Wisata Bedul. Mereka terlihat begitu antusias dan dengan wajah penuh dengan rasa penasaran seperti apa sih Wisata Bedul. Ya ini Wisata Bedul...

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 2
Bapak Helmi, Supir plus Guide sedang mengecek uang yang ada didompet apakah cukup untuk membayar tiket masuk ke Wisata Bedul. Kalo nggak cukup, Penulis siap nambahi tapi jangan banyak-banyak. Sedang yang ada dipintu Tike Masuk Wisata Bedul, bapak
Subawat yang berlagak seperti Petugas Tike Masuk. Pak... Kayaknya Bapak Pantes jadi Tukang Tiket, Alih Profesi aja Pak...

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 3
Rombongan dari SMKN Wongsorejo akhirnya menaiki Perahu Gondang Gandung yang dinahkodai oleh Bapak Pangat, Senior Navigator di Wisata Bedul menuju ke Dermaga Pos Bedul. Lihat... Ibu Guru SMKN Wongsorejo yang duduk dikursi paling belakang kanan, tampak raut mukanya ragu2 dan takut untuk menaiki dan menyeberang ke Pos Bedul. Jangan khawatir bu... Perahu Gondang Gandungnya sudah berSertifikat ISO. (Iso Ora Iso sing penting nyeberang).

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 4
Penulis, berkaus putih Untag bersama sang Pahlawan Kecil Wildan. Wah kalau yang satu ini, kemanapun penulis pergi so pasti meng'ngintili', apalagi kalau mau jalan jalan, pasti ikut. Wildan, sang Pahlawan Kecil yang lagi belajar berpetualang bersama Abi. Semoga ketika besar menjadi Petualang Sejati yang haus akan Ilmu yang berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara. Hidup Ilmu, Hidup Indonesia, Hidup...

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 5
Bapak Kita, Drs. Achmad Chusairi (berbaju batik biru) didampingi oleh putri tercinta dan rombongan dari SMKN Wongsorejo sedang asyik dan antusias mendengarkan penjelasan dari Penulis tentang segala hal yang berhubungan dengan Wisata Bedul,
Mereka nampaknya ingin tahu lebih detail tentang Wisata Bedul.Kalau ingin tahu tentang Wisata Bedul kesini lagi ya.. atau buka aja weblog penulis disini.

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 6
Bapak Drs. Achmad Chusairi bersama rombongan SMKN Wongsorejo berjalan menuju ke Pantai Kuta untuk melihat keindahan ombak laut Pantai Selatan yang konon sangat tersohor akan keangkerannya. Dengan penuh semangat 45 mereka berjalan kaki sejauh 500 meter dari Pos Bedul. Tetap semangat...

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 7
Alhamdulillah Rombongan Keluarga Besar SMKN Wongsorejo akhirnya sampai juga ke Wisata Pantai Kuta Laut Selatan. Mereka berpose bersama di pinggir Pantai Selatan. Ini lho bukti bahwa kami sampai di Laut Selatan, celetuk salah satu rombongan SMKN
Wongsorejo. Iya bu...

Foto SMK Negeri Wongsorejo di Ekowisata Mangrove Bedul 8
Inilah bukti keakraban yang terjalin sesaat setelah Sertijab Kepala Sekolah SMK Negeri Darul Ulum Muncar dengan SMK Negeri Wongsorejo. Mereka lagi berpose di Pantai Kuta Laut Selatan. Wah buat yang masih IJO LUMUT (Ikatan Jomblo Lucu dan Imut) bisa daftar nich. Yuuuk...

Foto Foto Wisata Mangrove Bedul oleh Muhamad Ali Saifudin
Lihat juga di http://fotoalisaifudin.blogspot.com
Read More... Foto Foto SMKN Wongsorejo di Wisata Bedul

Rabu, 19 Mei 2010

SMKN Wongsorejo Goes to Wisata Mangrove Bedul

. Rabu, 19 Mei 2010
0 komentar
SMKN Wongsorejo Rekreasi ke Wisata Mangrove Bedul

Purwoharjo - Wah kalau berbicara tentang Eko Wisata Bedul Mangrove yang berada di
Kepala SMKNDU Berada di Mangrove Bedul
Taman Nasional Alas Purwo so pasti tidak ada habisnya. Hari ini Rabu, 19 Mei 2010 Penulis ada agenda mengikuti serah terima jabatan Kepala Sekolah Baru SMK Negeri Darul Ulum Muncar (SMKNDU Muncar) dari bapak Heri Nurhadi, SE, MM kepada Kepala Sekolah yang baru Bapak Drs. Achmad Chusairi. Bapak Heri Nurhadi, SE, MM ditugaskan menjadi nahkoda baru di SMK Negeri Ihya Ulumuddin Padang Singojuruh sedangkan bapak Drs. Achmad Chusairi sebelumnya bertugas di SMK Negeri Wongsorejo. Apa hubungan Wisata Mangrove Bedul dengan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMK Negeri Darul Ulum Muncar? Begini ceritanya...

Ketika selesai acara Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMK Negeri Darul Ulum Muncar dari yang lama bapak Heri Nurhadi, SE, MM kepada Bapak Drs. Achmad Chusairi, Rekan Rekan Guru dan Staf SMK Negeri Wongsorejo yang jumlahnya sekitar 50 orang sedang kongkow-kongkow setelah menikmati makan siang ala kadarnya yang disediakan oleh Panitia Serah Terima Jabatan. Mereka lagi bisik-bisik sesama teman,"Enaknya setelah Acara Sertijab ini jalan-jalan kemana ya? Mumpung udah di Muncar.

Penulis ketika itu sedang melintas langsung slonong boy menjawab dengan bahasa yang provokatif,"ke Wisata Mangrove Bedul saja, disana tempatnya sip banget untuk refreshing". Selang beberapa menit setelah Penulis sholat Dhuhur di Kantor SMKNDU Muncar, ada SMK Masuk yang isinya Penulis dimohon untuk menjadi "Guide alias Pemandu" teman-teman dari SMKN Wongsorejo. "Waduh ini namanya usul mikul". Akhirnya Penulis harus siap siap menjadi "Guide dadakan".

Sekitar pukul 13:30 Penulis bersama Guide Guide tambahan (ada bapak Helmi, Sopir Pribadi SMKNDU, Bapak Subawat, Imron Rosyadi, Bapak Tamim, Mas Alfan dan Mas Miftahul) beserta rombongan dari SMKN Wongsorejo meluncur ke Obyek Wisata Mangrove
Bedul dengan mengendarai kendaraan roda empat sejumlah 6 mobil. Tiba sekitar pukul 14:15, Rombongan dari SMKN Wongsorejo langsung menuju ke "TKP".

Setiba di Tempat Parkir Kendaraan Wisata Bedul, beberapa guru dan keluarga ada yang langsung membasuh muka dan minum Air Sakti, Ajaib, Aneh, yang jelas Air Suci dan Mensucikan, ada yang sudah tidak kuat menahan "nafsu" lapar langsung ke warung yang ada di Kanan dan Kiri Wisata Mangrove Bedul. Beberapa saat kemudian, Rombongan dari SMKN Wongsorejo kita "giring" ke Dermaga Wisata mangrove Bedul yang berjarak kurang lebih 200 meter dari tempat Parkir Wisata Mangrove Bedul.

Penulis bersama Pak Helmi dan Pak Bawat mendahului rombongan dari SMKN Wongsorejo untuk membeli Tiket Masuk Wisata Mangrove Bedul yang perorang seharga Rp.7000,00 (Ach... Nggak Mahal kok). Pak Bawat, yang berlagak seperti Guide Anyaran menjelaskan tentang syarat dan ketentuan yang berlaku di Wisata Mangrove Bedul berkenaan dengan penggunaan Kartu Hijau (untuk berangkat) dan kartu Merah (untuk kembali ke 'habitat'). Sedangkan Bapak Helmi berlagak kayak Bos OKB yang sedang mengeluarkan uang untuk membayar biaya Tiket Masuk Wisata Mangrove Bedul.

Akhirnya semua beres berkat bantuan beliau berdua, Rombongan dari SMKN Wongsorejo langsung naik ke Perahu Gondang Gandung yang sudah 'stand by' menunggu para Pengunjung. Ketika Perahu Gondang Gandung akan berjalan menyeberang Segoro Anakan, Penulis melihat ada salah satu Guru dari SMKN Wongsorejo yang raut wajahnya sedang 'ketakutan' naik Perahu Gondang Gandung. Mungkin beliau takut kalau tenggelam kali ya.. atau memang pengalaman pertama dan terakhir. semoga tidak. Rombongan SMKN Wongsorejo akhirnya tiba dengan selamat di Dermaga Selatan Pos Bedul yang kemudian disambut oleh "Penghuni" Pos Bedul, bapak Untung dan bapak Marni.

Setelah istirahat sejenak, Penulis masih memprovokasi teman teman romongan dari SMKN Wongsorejo untuk melihat lihat 'Pantai Kuta'yang berjarak 500 meter dari Pos Bedul. Mereka akhirnya mengikuti saran Penulis untuk berjalan kaki menuju ke 'Pantai Kuta'. Salah satu rombongan dari SMKN Wongsorejo ada yang bertanya ke Penulis," Pak disini apa nggak ada mobil sewaan untuk keliling Taman Nasional Alas Purwo.". Wah yang bisa jawab mungkin Pak Untung dan Pak Marni yang 'mbau rekso' Pos Bedul ini, pikir penulis.

Waktu terasa begitu singkat ketika jam menunjukkan pukul 15:30 WIB, Penulis, para guide dari SMKN Darul Ulum Muncar dan rombongan SMKN Wongsorejo kembali ke dermaga Pos Bedul untuk menuju ke tempat parkir Wisata Mangrove Bedul. "Wah ternyata Wisata Mangrove Bedul itu mengasyikkan ya, berbisik ke guru guru yang lain". "Iya yang penting kesini lagi bersama bersama keluarga, kerabat dan relasi" sela Penulis yang berlagak seperti gaya Marketing Manajer Baru Ekowisata Mangrove Bedul.

Penulis akhirnya merasa lega dan puas, dari raut wajah para rombongan dari SMKN Wongsorejo bisa dilihat betapa puasnya mereka menikmati Ekowisata Mangrove Bedul yang begitu eksotik dan menakjubkan dari segala sisi. Selamat jalan dan tiba dirumah dengan membawa cerita tentang Wisata Mangrove Bedul untuk masyarakat Wongsorejo. Bravo SMKN Wongsorejo, Bravo juga buat SMKN Darul Ulum Muncar. Foto Foto Wisata Mangrove Bedul SMKN Wongsorejo klik disini.

Foto Photo Wisata Bedul by http://fotoalisaifudin.blogspot.com
Artikel Wisata Mangrove Bedul ditulis oleh http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Read More... SMKN Wongsorejo Goes to Wisata Mangrove Bedul

Selasa, 18 Mei 2010

Kemendiknas Kejar Target Sertifikasi Guru pada 2016

. Selasa, 18 Mei 2010
0 komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menargetkan akan mengejar guru bersertifikasi pada 2016. Berdasarkan data Kemendiknas, kebanyakan dari guru yang belum bersertifikasi adalah guru sekolah dasar (SD).

"Ada total 2,5 juta guru SD. Kami berharap di tahun 2016 selesai semua," ujar Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Fasli Jalal, di Kantor Kemendiknas, Senin (17/5).

Fasli menjelaskan, target kejar guru bersertifikasi tersebut akan dicapai dengan pemberian beasiswa. Beasiswa khusus diberikan langsung dari Kemendiknas yakni untuk 200 ribu guru per tahunnya.Dengan bantuan beasiswa dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, maka tiap tahunnya 400 ribu guru mendapatkan beasiswa untuk mendapat gelar sarjana.

Saat ini ada sekitar 2,6 juta guru yang berada di bawah naungan Kemendiknas. Dari angka tersebut, kata Fasli, ada sekitar 800-900 ribu guru yang belum menggenggam ijazah S1. Bagian terbesar adalah guru SD. Padahal, sesuai Undang-Undang (UU) No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan bahwa guru harus memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1/D-IV) dan memiliki sertifikat pendidik melalui pendidikan profesi guru (PPG).

Oleh karena itu, kata Fasli, mereka harus dijemput dengan berbagai cara agar tidak perlu keluar dari daerahnya, tetapi para guru itu akan tetap bisa mendapatkan hak pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah. "Jika mereka telah menyelesaikan S1, mereka juga diperkenankan untuk masuk uji sertifikasi. Jika lulus sertifikasi, maka kesejahteraannya secara otomatis akan kami tingkatkan satu kali lipat,'' paparnya.

Beasiswa untuk meningkatkan potensi akademik itu tidak hanya diberikan oleh pemerintah saja, melainkan juga dari pihak swasta yang peduli dengan pendidikan. Bahkan, jika guru tersebut mau mengajar di tempat terpencil, maka selain tunjangan profesi bagi yang telah bersertifikat akan ditambah dengan gaji dan tunjangan khusus.

Berdasarkan data Kemendiknas, saat ini ada sekitar 2.607.311 guru yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 535.601 (20,54 persen) guru merupakan tamatan SMA. Kemudian, 49.763 (1,90 persen) lulusan D-I, 790.030 (30,30 persen) tamatan D-II,dan 121.327 (4,65%) lulusan D-III. Untuk guru lulusan sarjana (S-1) tercatat sebanyak 1.092.912 (41,91 persen), tamatan magister (S-2) 17.619 (0,67 persen), dan lulusan doktor (S-3) sebanyak 59 orang.

Dari angka itu, sebanyak 195.387 guru di seluruh Indonesia, mulai dari SD, SMP hingga SMA/sederajat, sudah memasuki masa pensiun sepanjang 2009 sampai 2014.
Red: Endro Yuwanto
Rep: Anissa Mutia
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/05/17/115962-kemendiknas-kejar-target-sertifikasi-guru-pada-2016
Read More... Kemendiknas Kejar Target Sertifikasi Guru pada 2016

Sabtu, 15 Mei 2010

Lowongan Kerja dan Diklat Buat Alumni SMK

. Sabtu, 15 Mei 2010
0 komentar
Diklat Perhotelan, Restoran dan Tour Travel Gratis

Bagi Alumni SMKNDU (SMK Negeri Darul Ulum Muncar) yang ingin setelah lulus langsung kerja. Ada Kesempatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Perhotelan, Restoran, Tour dan Travel. Gratis selama 1 Bulan di Banyuwangi. Setelah Diklat, Peserta akan direkrut menjadi Karyawan di Perhotelan, Restoran dan Tour Travel di Banyuwangi dan Malang. Syarat bagi yang akan mengikuti Diklat:


  1. Lulusan SMK/SMA/MA
  2. Fotokopi Ijasah/ SKHUN
  3. Surat Keterangan Tidak Mampu dari Desa
  4. Itu Aza
Apabila dari Alumni SMK Negeri Darul Ulum Muncar (SMKNDU Muncar) tidak ada yang mendaftar maka Peluang Emas ini akan kami berikan kepada siapa saja lulusan SMK/SMA/MA yang berminat mengikuti Diklat di Muncar. Segera Daftarkan diri Anda sebelum tanggal 27 Mei 2010. Jumlah peserta terbatas.
 
Info Lebih Lanjut Segera Hubungan Humas SMK Negeri Darul Ulum Muncar Bapak Muhamad Ali Saifudin HP 0812 4947 304.
Read More... Lowongan Kerja dan Diklat Buat Alumni SMK

Rabu, 12 Mei 2010

Foto Objek Wisata Bedul Tempo Dulu dan Kini

. Rabu, 12 Mei 2010
1 komentar
Inilah Foto Foto Objek Wisata Bedul hasil Jepretan Kamerawan Amatiran
Wong Ndeso Mbrasan

Foto Foto Wisata Bedul dibawah ini Penulis ambil sewaktu masuk pertama di Objek Ekowisata Bedul di tahun 2008. Dan Foto Foto terbaru Ekowisata Bedul yang Penulis ambil pada 9 Mei 2010. Kepada para Pengunjung blog kami, silakan kasih komentar, saran serta kritik untuk Wisata Bedul ini.


Foto Hutan Marengan, Jalur Masuk ke Objek Wisata Bedul dari Arah Dusun Blok Solo Sumberasri yang masih alami. Para Penduduk Desa Sumberasri sedang melintasi jalan Hutang Marengan, sepulang dari mencari kerang di Sunglon Segoro Anakan.


Foto Alas Hutan Marengan kini, Foto Jalur masuk ke Wisata Bedul yang sudah dihotmix oleh Pemerintah Banyuwangi sampai menuju ke tempat parkir di Wisata Bedul.


Foto Dermaga Bedul Segoro Anakan yang masih alami, ketika Penulis berkunjung masih kelihatan "wingit dan auro segoro kidul yang membuat bulu kudu merinding". Apa mungkin karena ada pendamping disamping Penulis kaleee...


Bandingkan Foto Dermaga Bedul Segoro Anakan yang ada sekarang. "Wah berbanding 180 derajat, lebih modern dan sip buanget. Dulu kalau mau menyeberang ke Pos Bedul penulis harus sabar menunggu Air Laut Segoro Anakan surut, sebab kalau Air Laut lagi pasang jalan ini tidak bisa dilewati, kalau sekarang harus sabar menunggu karena antri di Pos Tiket Bedul.


Foto Perahu Gondang Gandung yang masih sangat tradisional yang kami sewa untuk Keliling Segoro Anakan yang panjangnya 18 Km dari ujung timur Ngagelan sampai Pantai Cungur di dekat Plawangan Grajagan.


Foto Perahu Gondang Gandung yang sudah dimodifikasi sehingga lebih nyaman dan aman untuk menyeberang ke Pos Bedul.

Foto - Foto Ekowisata Bedul by http://fotoalisaifudin.blogspot.com
Artikel Ekowisata Bedul by http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Read More... Foto Objek Wisata Bedul Tempo Dulu dan Kini

Selasa, 11 Mei 2010

Fakta tentang Pria terhadap Pasangannya

. Selasa, 11 Mei 2010
5 komentar
Pria memang susah untuk dibuat bahagia. Masalah masalah yang timbul pada Pria:
  1. Jika kamu memperlakukan Pria dengan baik, Pria pikir kamu jatuh cinta kepadanya. Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.
  2. Jika kamu berpakaian bagus, Pria pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya. Jika tidak, Pria bilang kamu kampungan.
  3. Jika kamu berdebat dengan Pria, Pria bilang kamu keras kepala.
  4. Jika kamu tetap diam, Pria bilang kamu nggak punya otak.
  5. Jika kamu lebih pintar daripada Pria, Pria akan kehilangan muka.
  6. Jika Pria yang lebih pintar, Pria bilang hebat

Artikel Fakta Tentang Pria by http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Read More... Fakta tentang Pria terhadap Pasangannya
 

Tamu Kampung Inggris

Traffic Pidato Inggris

Komentar Terbaru Sobat Setia Muhamad Ali Saifudin

All right reserved Muhamad Ali Saifudin is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com